Sesak
berbilang
Kau menghilang
Aku
melapang
Namun hati masih
Saja
mengenang
Aku
pasrah
Mencoba lupa
Pada
relung jiwa
Tersimpan luka
Belum
sembuh juga
Ah
sungguh nyeri rasanya
Hati mendesak
Eminta
lapak untuk sesaat rebah
Resah berlanjut pasrah
Namun
perihal melupa ia tetap ogah
Lalu
harus bagaimana
Luka dalam dada masih tetap ada
Mencoba
menghilangkannya tak semudah
berkata
“kau bisa”
Semua butuh waktu yang lama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar