Kelinci Yang Manis - Halimatus Sya’diah - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Kelinci Yang Manis - Halimatus Sya’diah



Rabu sore, aku diajak kakak pergi membeli seekor kelinci, aku sangat senang karena keiinginanku untuk membeli seekor kelinci akhirnya terwujud juga.
“Irma ayo kita pergi membeli kelinci,“ kata kakak.
“Baiklah,“ jawabku sekenanya.
Kemudian aku dan kakak segera pergi di sana aku melihat kelinci-kelinci yang imut, lucu, dan mengemaskan. Warna kelincinya beragam, ada yang putih, coklat, hitam, dan lain-lain. Aku disuruh kakak untuk memilih kelinci yang disukai.
“Ir, pilihlah satu kelinci yang kamu sukai”, kata kakak.
Kemudian aku mondar-mandir memilih kelinci, semuanya bagus, tetapi akhirnya saya memilih seekor kelinci yang berwarna putih.
“Aku pilih kelinci yang ini saja, Kak, kelinci ini imut dan menggemaskan.
Kemudian kakak membayar kelinci itu kepada si penjual. Setelah itu aku dan kakak segera pulang. Di rumah Ayah sudah menyiapkan kandangnya.
“Irma sebenarnya kelinci itu untuk kamu, untuk hadiah ulang tahunmu dan kakakmu akan membantu merawat kelinci itu dengan baik,“ kata Ayah.
Setelah beberapa minggu kemudian aku melihat kakak membawa kelincinya.
“Mau di bawah ke mana kelinci itu kak?“ tanyaku.
“Kakak akan membawa kelinci ini ke belakang rumah, akan kakak lepaskan kelinci ini di sana dan nanti sore akan kakak masukkan kembali ke kandang.“ jawab kakak.
Hari-hari berikutnya kakak kembali melepaskan kelinci itu di belakang rumah dan saat itu aku yang mendapat tugas memasukkan kelinci itu ke dalam kandang dan aku memanggil kelinci itu dengan sebutan manis.
“Manis…dimana kamu…??? manis…manis….”.
Suatu hari, si manis tidak muncul-muncul ketika kupanggil. Aku mencarinya ke mana-mana. Aku melihat seekor anjing liar yang akan menerkam kelinci itu. Aku segera mengambil sebuah batu dan segera menghampiri kelinci itu. Aku melihat kelinci itu sudah mati, lalu aku teriak memanggil kakak.
“Kakak…” teriakku.
“Ada apa Ir kok kamu nangis?” tanya kakak yang segera menghampiriku.
“Kelinci ini mati kak, tadi waktu aku ingin memasukkan kelinci ini, aku melihat anjing yang akan menerkam kelinci ini, lalu aku lempari anjingnya dengan batu,” kataku dengan nada teriak.
“Ya sudah nanti kakak beliin lagi ya,“ kata Kakak.
“Terima kasih Kak,” jawabku.
“Iya sama-sama” kata Kakak.
Setelah itu aku dibelikan kelinci lagi dan aku berjanji akan menjaga si manis dengan sebaik-baiknya, aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages