Jam
sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, rena tergesa-gesa melangkah di koridor
sekolah, berkali-kali ia melirik jam tangan kesayangannya di pergelangan tangan
kanannya. Ugh,,pasti terlambat, pikirnya dalam hati. Tidak ada satupun
anak-anak terlihat di luar kelas, untung saja Pak Udin nggak pelit buat
membukakan pintu gerbang depan, pikirnya.
“Tok…tok…tok…
“Assalamualaikum”, tangan Rena mengetuk pintu kelas yang tertutup rapat dan
menunggu sahutan dengan nada berdebar-debar.
“Waalaikum
salam”, masuk…!!! Sahut suara dari dalam kelas, itu sauara Pak Ali, dan Rena
pun membuka pintu kemudian masuk.
“Kenapa
kamu terlambat?” tanya Pak Ali menyelidik.
Sudah
dua kali pelajaran Pak Ali terlambat, kecuali menundukkan wajahnya dalam
meminta belas kasihan dari Pak Ali.
“Apa
jam istirahat masih kurang?” tanya Pak Ali lagi dan Rena menggeleng.
“Seharusnya
jam istirahatnya sampai empat kali, Pak” seru Vino, anak paling nakal di kelas
9 berteriak dari bangku belakang, dan langsung menyambut gelak tawa anak-anak
lainnya.
“Ini
untuk kedua kalinya lho Rena. Bapak ngak mau kamu terlambat lagi yang ke tiga
kalinya”, ujar Pak Ali. Kalimatnya seperti ancaman buat Rena. Rena pun
mengangguk dan dipersilahkan duduk.
Pak
Ali pun melanjutkan pelajaran fisikanya.
“Kring…kring…kring…”,
suara bel berbunyi. Saat istirahatpun tiba. Rena mengajak sahabatnya Yuli dan
Devi. Mereka bertiga dikenal dengan kelompoknya. Sesampai di kantin mereka
mengobrol.
“Eh
Ren, kenapa sih sekarang kamu sering terlambat sekolah”, tanya yuli menyelidik.
“Apa
ada masalah dengan keluargamu”, sahut Devi.
Rena
pun menjawab”, aku enggak ada masalah sama keluargaku, mungkin karena aku tidur
kemalaman.
Beberapa saat kemudian jam menunjukkan pukul 09.15
WIB. Bel sekolah pun berbunyi. Rena, Yuli dan Devi pun bergegas menuju kelasnya
dan murid-murid lainnya.
Waktu sangat begitu cepatm siang ini sangat panas.
Saatnya para murid SMP Raden Rahmat pulang. Reni, Yuli dan Devi keluar dari
kelasnya. Mereka pulang bersama dengan jalan kaki.
Setibanya di rumah, Rena merasa
aneh. Ada sesuatu barang yang hilang milik Rena. Ternyata jam tangan kesayangan
Rena hilang. Ia sangat sedih karena hadiah ulang tahun dari Papanya hilang. Jam
tangan itu sangat berarti buat Rena. Papa maafin Rena, Rena telah menghilangkan
jam tangan yang diberikan oleh Papa, kata Rena dalam hari. Kini Rena hanya bisa
menangis dan menangis merataoi kehilangan jam tangan kesayangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar