Jam Tangan Kesayangan Rena - Ria Adi Putri Utama - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Jam Tangan Kesayangan Rena - Ria Adi Putri Utama



Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, rena tergesa-gesa melangkah di koridor sekolah, berkali-kali ia melirik jam tangan kesayangannya di pergelangan tangan kanannya. Ugh,,pasti terlambat, pikirnya dalam hati. Tidak ada satupun anak-anak terlihat di luar kelas, untung saja Pak Udin nggak pelit buat membukakan pintu gerbang depan, pikirnya.
“Tok…tok…tok… “Assalamualaikum”, tangan Rena mengetuk pintu kelas yang tertutup rapat dan menunggu sahutan dengan nada berdebar-debar.
“Waalaikum salam”, masuk…!!! Sahut suara dari dalam kelas, itu sauara Pak Ali, dan Rena pun membuka pintu kemudian masuk.
“Kenapa kamu terlambat?” tanya Pak Ali menyelidik.
Sudah dua kali pelajaran Pak Ali terlambat, kecuali menundukkan wajahnya dalam meminta belas kasihan dari Pak Ali.
“Apa jam istirahat masih kurang?” tanya Pak Ali lagi dan Rena menggeleng.
“Seharusnya jam istirahatnya sampai empat kali, Pak” seru Vino, anak paling nakal di kelas 9 berteriak dari bangku belakang, dan langsung menyambut gelak tawa anak-anak lainnya.
“Ini untuk kedua kalinya lho Rena. Bapak ngak mau kamu terlambat lagi yang ke tiga kalinya”, ujar Pak Ali. Kalimatnya seperti ancaman buat Rena. Rena pun mengangguk dan dipersilahkan duduk.
Pak Ali pun melanjutkan pelajaran fisikanya.
“Kring…kring…kring…”, suara bel berbunyi. Saat istirahatpun tiba. Rena mengajak sahabatnya Yuli dan Devi. Mereka bertiga dikenal dengan kelompoknya. Sesampai di kantin mereka mengobrol.
“Eh Ren, kenapa sih sekarang kamu sering terlambat sekolah”, tanya yuli menyelidik.
“Apa ada masalah dengan keluargamu”, sahut Devi.
Rena pun menjawab”, aku enggak ada masalah sama keluargaku, mungkin karena aku tidur kemalaman.
Beberapa saat kemudian jam menunjukkan pukul 09.15 WIB. Bel sekolah pun berbunyi. Rena, Yuli dan Devi pun bergegas menuju kelasnya dan murid-murid lainnya.
Waktu sangat begitu cepatm siang ini sangat panas. Saatnya para murid SMP Raden Rahmat pulang. Reni, Yuli dan Devi keluar dari kelasnya. Mereka pulang bersama dengan jalan kaki.
            Setibanya di rumah, Rena merasa aneh. Ada sesuatu barang yang hilang milik Rena. Ternyata jam tangan kesayangan Rena hilang. Ia sangat sedih karena hadiah ulang tahun dari Papanya hilang. Jam tangan itu sangat berarti buat Rena. Papa maafin Rena, Rena telah menghilangkan jam tangan yang diberikan oleh Papa, kata Rena dalam hari. Kini Rena hanya bisa menangis dan menangis merataoi kehilangan jam tangan kesayangannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages