Pada suatu hari saat berlatih sepak bola di lapangan, saya
dipanggil oleh coach saya. “Rizal, cepat ke sini ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepadamu”, kata pelatihku dan
aku bergegas menemuinya. “Rizal, kamu hari Minggu aku ikutkan seleksi dengan Feri di stadion Gajayana
Malang, kamu harus siap ya”,
kata coachku. Hari semakin sore aku dan kawan-kawan melakukan pemanasan untuk
game.
Memasuki hari Sabtu
aku menyiapkan alat-alat untuk seleksi besok. Seleksi besok diikuti oleh
berbagai peserta dari daerah-daerah Jawa Timur. Hari menjelang pagi, aku bangun, bergegas mandi dan
sholat. Jam menunjukkan pukul 06.30 WIB.
Aku sarapan pagi dulu, lalu menjemput Feri di rumahnya. Kami berdua berangkat ke
rumah coach. Aku mengetuk pintu. Tak lama kemudian kami dibukakan
pintu oleh coachku.
“Assalamualaikum”,
sapa coachku. “Waalaikumsalam. Apakah sudah siap
berangkat coach?” “Sebentar
saya masih sarapan pagi”, jawab coach.
Waktu menunjukkan pukul 07.00. Aku berangkat menggunakan
sepeda motor. Di perjalanan sempat turun hujan
tetapi hanya sebentar. Akhirnya aku tiba di stadion
Gajayana Malang. Aku
senang sekali bisa datang ke sini.
Aku dan Feri disuruh coach
memakai sepatu karena acaranya akan segera dimulai. Aku
dan Feri memasuki stadion Gajayana dan pesertanya banyak sekali, saya sangat
heran. Pukul 10.00 saya dengan Feri melakukan seleksi, coach di sana sangat
galak dan serem, saya sangat ketakutan. Pada saat itu saya disuruh menggantikan
teman saya yang cedera, lalu saya masuk dan disuruh main di posisi gelandang
bertahan. Lalu
aku diberi bola dan saya giring sendiri ke depan gawang dan saya tendang sangat keras dan
akhirnya saya bisa memasukkan bola. Pada waktu itu juga peluit panjang
dibunyikan. Pertandingan seleksinya berakhir.
Kata coach di sana permainan saya sangat bagus dan
mengesankan, dan akhirnya saya bisa lolos seleksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar