Pagi menyambut hari ini, udara sejuk di luar sana.
Pagi ini aku siap mengayuh sepeda kesayanganku untuk pergi ke rumah nenek di desa
seberang. Karena hari ini adalah hari libur. Kemana-mana aku selalu
memakai sepeda kesayangan yang dibelikan oleh Ayah dua tahun yang lalu. Dulu
aku sangat menginginkan sepeda itu, dan akhirnya oleh Ayah dibelikan juga.
Hingga saat ini sepedanya selalu aku rawat dan aku jaga dengan baik.
“Hashe…cepat
antar mangga itu ke rumah nenekmu, nanti
keburu siang…!!!“ suruh Ibu Hashe.“Iya Bu….”,
jawabku.
Dengan
semangat aku bergegas mengambil sepedaku.
“Bu,,,berangkat
dulu. Assalamu’alaikum” kataku.
Wa’alaikum
salam, hati-hati Nak…!!!“
jawab Ibu.
Dengan
penuh rasa senang aku mengayuh sepedaku menuju rumah nenek.
Di
jalan aku bertemu dengan teman sekelasku, dia juga bersepeda untuk olahraga
hari ini.
“Hai
Nurul…mau kemana?” sapaku
“Hai
Hashe…Aku mau keliling-keliling desa saja…biasalah buat olahraga,“ jawab Nurul.
Akhirnya
aku melanjutkan perjalananku ke rumah
Nenek, dan tak lama kemudian aku sudah sampai di rumah Nenek dan
langsung pamitan pulang karena aku mau keliling-keliling untuk bersepeda ria.
Tapi, tiba-tiba ban sepedaku bocor dan aku langsung
panik, karena baru kali ini sepeda kesayanganku bocor karena terkena paku. Lalu
aku menuntunnya pulang dan sesampainya di rumah aku langsung meminta Ayahku
untuik menambalnya, karena aku tidak mau kemana-mana tanpa sepeda kesayanganku
itu. Dan akhirnya setelah ditambalkan oleh Ayah, sepedaku kembali lagi bisa
dikendarai dan akupun sangat merasa senang, itulah sepeda kesayanganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar