Balapan Sepeda Drag - Novan Ainul Yakin - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Balapan Sepeda Drag - Novan Ainul Yakin


Saya mempunyai sebuah sepeda pancal yang dikasih oleh kakakku, setelah kurang lebih tiga hari saya mengotak-atik sepeda saya hingga menjadi sepeda drag. Tiba pada saat hari Sabtu siang saya menelfon Rama,“Ram nanti malam datang ya ke rumahku, yow!” “yow tungguen aku! “jawab Rama setelah malam tiba kira-kira pukul 20.30 Rama bersama teman-teman yang lain datang ke rumahku.
Sesudah berkumpul kami langsung menuju terminal Dampit, untuk ikut balapan. Dalam perjalanan, kami saling memacu sepeda masing-masing. Pada saat ada tanjakan yang lumayan tinggi, Rama tertinggal di belakang.Ayo Ram….!” seru Rino.Oyir….!” sahut Rama semakin mendekat. Setiba di terminal kita langsung memarkirkan sepeda di pinggir jalan dan beristirahat setelah beberapa saat ada suara memanggil nama akrabku “Gel…Dugel…!” akupun langsung mendekatinya. Ternyata dia teman lamaku. Ia bernama Arul. “Kamu ke sini dengan siapa?” tanya Arul. Aku pun menjawab,Sama teman-teman, memangnya kenapa?” “Ya nggak apa-apa, gimana kalau kita balapan?” tantang Arul.
“Ayo…wani piro?” Aku pun balik menantang,“30 (tiga puluh) wes. Gimana”, sahut Arul kembali.Yo wis tunggu saja aku di start. Aku mau mengambil sepedaku dulu, jawabku, Arul pun menungguku di start sedangkan aku mengambil sepedaku menuju start.
Satu…! Dua….! Tiga….! Hitung juri aku pun bergegas memacu sepedaku dengan penuh semangat “Ayo Gel…!”seru Rino dari kejauhan. Akhirnya akupun memenangkan balapan itu. Setelah kami membagi hasil taruhan itu, kita pun beristirahat sebentar di samping sepeda kami masing-masing. Setelah kurang lebih 15 menit ada suara tembakan dan mobil satpol PP
“Dor…!dor…!”kami pun langsung melarikan diri dengan memacu sepeda kami masing-masing. Untung kami bersembunyi di tengah-tengah persawahan. Setelah itu kami langsung pulang menuju rumah masing-masing. Setiba di rumah saya langsung membuka pintu dan memasukkan sepedaku ke dalam rumah, begitu juga dengan teman-temanku. Akhirnya aku mengunci pintu dan langsung tidur lelap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages