Setiap hari Selasa
dan Kamis aku berlatih sepak
bola bersama Rizal, Alan dan Dimas. Aku berlatih sepak bola di lapangan Samanrejo-Turen dilatih oleh Bapak Su’udi. Dalam perjalanan menuju
lapangan bersama teman-teman aku
bercanda. Sampai
di lapangan, pelatih saya meniup peluit tanda untuk berkumpul.
“Pritt
semua kumpul”, kata pelatih.
“Ya
pak”
Semua
berkumpul dan pelatih pun
memberi informasi
“Nanti
ada lawan tanding”
“Darimana
mana, Pak”, tanyaku.
“Dari
SSB Sinar Mas Turen”.
Selesai
memberi informasi kami pun berdoa.
“Sebelum
kita berlatih mari kita berdoa”
“Ya
Pak”
”Berdoa
mulai”
Sesudah
berdoa kami disuruh mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali
“Semua
lari 5 kali putar”
“Ya
Pak”
Akupun lari bersama teman-temanku. Aku
bersama teman-temanku mengelilingi lapangan sambil bercanda. Setelah 5 kali
putar kami pun strecing melemaskan otot-otot yang kaku, mulai dari kaki sampai
tangan. Selesai strecing dimulailah latihan. Saya dan teman-teman saya diberi
latihan teknik dan kerjasama antarlini. Aku sempat dimarahi oleh pelatih saya
karena tidak serius latihan,“Yos
kamu kalau tidak serius pulang saja!”
Aku melanjutkan latihan.
Selesai latihan, lawan tanding pun datang. Akupun
siap-siap memakai rompi yang disediakan oleh asisten pelatih. Aku dipilih pelatih
menjadi pemain starter mengalang lini belakang bersama Rizal, Alan, dan Rama, sedangkan
temanku Dimas menjadi cadangan. Kick off babak pertama pun dibunyikan,
permainan sangat berimbang sering terjadi jual beli serangan antara tim saya
dengan tim lawan. Akhirnya tim saya mencetak gol, kedudukan pun berubah tim saya unggul 1-0 dan bertahan sampai babak
pertama usai. 15 menit kemudian kick off babak kedua dibunyikan.
“Pritt
semua masuk lapangan”
Sebelum
memasuki lapangan, tim saya berdoa dan yang memimpin doa saya sebagai kapten
kesebelasan"
“Sebelum
kita bertanding mari kita berdoa”
“Berdoa mulai. Pada babak kedua, keududkan tetap bertahan 1-0.
Alhamdulillah...akhirnya timku menang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar