Work Shop Bahagia - Fitriyah S.pd - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Work Shop Bahagia - Fitriyah S.pd



Siang itu Rabu 16-11-2011, aku mendapat SMS dari Ibu Purwati untuk mengikuti workshop pendampingan guru dalam pembelajaran menulis sastra yang bertempat di UMM, tanggal 19-11-2011, pukul 08.30 di ruang Civic Hukum GKB I lantai 6.
Aku bingung karena temanku bapak Winarno tidak bersedia ikut dalam acara workshop tersebut. Akhirnya aku minta ijin kepada bapak kepala sekolah untuk mengajak seorang teman. Akhirnya diperbolehkan, aku mengajak bapak Anas, guru BI juga.
Pagi tanggal 19-11-2011, aku bersiap-siap untuk mengikuti workshop, aku coba hubungi Pak Anas lewat telepon genggam. Assalamualaikum”. alaikum salam”, jawab Pak Anas. “Pak Anas tidak lupa kan? Hari ini…?” tanyaku. Oh tidak bu Fitri, saya masih sarapan, oh iya kalau gitu saya tunggu ya!”
Tepak pukul 07.00 pak anas sudah tiba di rumahku, dengan mengendarai sepeda BEAT, kami meluncur ke UMM tempat dilaksanakannya workshop tersebut. Pagi itu jalanan memang ramai, puncak aktivitas masyarakat pada jam-jam tersebut. Pak Anas begitu gesit memilih jalur-jalur yang tidak macet.
Namun tetap saja sesekali macet. Setidaknya dengan keahlian sang sopir kami tidak terjebak kemacetan yang fatal. Tepat di samping kampus UIN pak anas bertanya, jam berapa sekarang bu…? Aku jawab, jam 07.45.., oh…masih ada waktu istirahat Bu…iya Pak…aku juga sudah capek. Waktu terus berjalan akhirnya kampus putih sudah di depan mata. Aku membayangkan betama ramainya acara nanti, aku akan bertemu banyak teman, dan bisa bertukar pikiran melalui pengalaman. Kami memarkirkan sepeda, lalu berjalan ke ruang civic hukum GKB I pak anas bertanya kepada salah satu petugas OB. “mas ruang Civic Hukum GKI I betul ini ga…? Oh iya pak betul ini, bapak masuk saja. Ia terima kasih. Jawab kami serempak.
Setelah itu kami kelantai 6, betapa terkejutnya kami karena ruangan itu masih sepi tanpa seorangpun di sana. Aku mencari tempat duduk untuk menghilangkan kegelisahan. Aku lihat raut muka pak anas juga begitu gelisah. Pak Anas berkata, “Bu” Ibu tidak salah informasikan…? Tidak pak ini lho smsnya…betul sekarang kok acaranya.
Aku coba mendinginkan suasana. Pak mungkin pesertanya masih diluar Pak, belum naik. Aku coba telfon Ibu Purwati ya Pak..? Ya…ya…iya bu, jawab Pak Anas dengan semangat.
Aku coba telfon Ibu Purwati sudah tiga kali tidak ada jawaban, aku tak putus asa, aku telfon lagi. Nah kali ini ada jawaban, Assalamualaikum ini Ibu Purwati…?ia jawab Ibu Purwati. Kami sudah ada di lantai 6 bu. Ibu Purwati bertanya,“Pakai baju apa…? Pakai baju batik Muhammadiyah”, jawabku. Iya bu saya mau naik, akhirnya kami bisa berjumpa dengan Ibu Purwati dan dibawa ke ruang Civic Hukum dalam hati aku bertanya kok ruangan kecil…? apa cukup ruangan ini untuk ditempati peserta workshop…? Lama kami menunggu tidak ada peserta yang datang. Aku tambah bingung kok cuma kami berdua pesertanya. Akhirnya Ibu Purwati menjelaskan bahwa peserta yang dari Pakis dan Sumber Pucung tidak hadir. Ternyata yang diundang cuma 3 sekolahan. Aku dan Pak Anas tertawa “Pak kita peserta workshop privat Pak” kamipun tertawa lagi.
Beberapa menit kemudian datanglah bapak supriadi beliaulah yang akan menyampaikan atau menjelaskan materi workshop hari ini. Beliau menjelaskan langkah-langkah menulis cerpen dan kamipun di beri selembar cerpen dan kami disuruh membaca. Setelah selesai Pak Supri bertanya ada apa saja di cerpen tersebut? Aku jawab ada tokoh, dialog, latar, isi cerpen. Pak Supri menjelaskan materi sastra ini dengan sangat mudah kami pahami. Yang tadinya kami dag…dig..dug, karena pesertanya cuma dua orang ternyara sangat menyenangkan. Akhirnya acara ditutup dengan ucapan Alhamdulillah. Kami berdua mau pamitan. Eeee ternyata kami masih disuruh tandatangan dan dikasih pengganti transport.
Kamipun ke luar ruangan, kami menuruni tangga dari lantai 6 ke lantai 1. Dalam perjalanan pulang kami selalu tertawa, karena baru kali ini kami mengikuti acara workshop yang lucu dan unik dan yang terpenting sangat menyenangkan. Kami berjalan menuju tempat parkir, dalam hati aku berkata di mana kegelisahan pasti ada kebahagiaan tadinya kami sempat gelisah di awal masuk ruangan Civic Hukum. Ternyata di akhir acara kami mencapatkan kebahagiaan.
Dalam perjalanan pulang aku mengajak pak Anas untuk singgah dulu ke warung soto. Selesai makan kamipun cepat-cepat pulang karena hujan mulai turun, kami memakai jas hujan. Selama perjalanan pulang memang kurang mengenakkan karena tidak bisa menikmati keindahan kota malang. Hujan kali ini sangat deras dan di sertai dengan angin kencang.
Memang musim hujan kali ini sangat serius. Namun kondisi seperti ini sudah terbiasa dan sudah menjadi langganan setian bulan November-Desember dan Januari puncak musim hujan. Dengan pelan-pelan kamipun tiba di kota Turen, akhirnya pada jam 14.00 aku tiba di rumah, sedang pak Anas masih melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya di Dampit, aku pun mandi sholat setelah itu istirahat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages