Bertengkar dengan Teman - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Jumat, 16 November 2018

Bertengkar dengan Teman


Pada waktu kelas 7 SMP dulu aku pernah bertengkar dengan temanku karena hanya hal yang sepele, yaitu hanya karena berbeda pendapat. Waktu itu dikelas sedang ada pengusulan untuk liburan semester 2. Semua siswa diminta untuk mengusulkan pendapatnya, karena pendapat dari setiap siswa  berbeda-beda, maka dilakukan musyawarah dan voting. Setelah dilakukan musyawarah, ternyata tidak ada hasil yang tetap, selanjutnya dilakukan cara voting untuk menentukan hasilnya. Semua siswa ditanya satu persatu tempat mana yang ingin sekali dituju, setelah semua siswa ditanya, akhirnya giliran aku yang ditanya paling akhir. Aku mengusulkan untuk tidak pergi kemana-mana karena aku hanya ingin menghabiskan waktu liburanku di rumah saja. Alasanku tidak ingin ikut adalah karena aku tidak cukup uang untuk liburan dan aku belum terbiasa liburan dengan teman-temanku. Teman-temanku terkejut saat aku bilang tidak ingin mereka begitupun dengan guruku, lalu teman-temanku semua memarahiku dan memaksaku untuk ikut, karena teman-temanku ingin semua murid siswa kelas 7 itu ikut semua tanpa terkecuali. Guruku juga membujukku untuk ikut berekreasi. Aku tetap tidak mau ikut mereka, lalu temanku menyarankan agar aku ikut, yaitu dengan menyumbangkan sebagian uangnya untuk dibayarkan untuk rekreasi. Aku pun tetap tidak mau ikut dan bersi keras tidak bias ikut mereka. Akhirnya ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan rekreasi. Mereka (teman-temanku semua) protes karena tidak jadi rekreasi, mungkin penyebabnya karena aku yang tidak ikut. Saat pulang sekolah, teman-temanku menjauhiku bahkan ada yang marah-marah denganku, kemudia salah satu dari mereka ada yang ingin mengajakku untuk berkelahi secara fisik. Tetapi aku tidak mau menurutnya, akhirnya teman-temanku menarik tanganku dan membawa aku ke sebuah lahan kosong yang sepi, temanku yang tadi tetap memaksaku untuk berkelahi. Aku tetap tidak mau juga akhirnya dia mulai menonjokku dibagian dada, aku kesakitan dan terjadilah perkelahian, setelah berkelahi cukup lama akhirnya aku berhasil mengalahkannya, setelah itu aku pergi dan meninggalkan teman-temanku disana yang sibuk membantu temanku yang berkelahi denganku. Sungguh mengenaskan tetapi aku tersenyum puas. Keesokan harinya temanku yang berkelahi denganku tidak masuk sekolah, aku pun merasa bersalah atas kejadian kemarin yang mengakibatkan temanku tidak masuk sekolah karena badannya sakit semua karena perkelahian kemarin.
Sore harinya, saat aku selesai mandi dan hendak makan tiba-tiba ada seseorang yang datang kerumahku, ternyata dia temanku yang berkelahi denganku kemarin. Setelah dia kupersilahkan masuk, kami masih bertatatapan dengan canggung, ternyata kedatangannya kerumahku ingin meminta maaf denganku dan aku pun memaafkannya, setelah itu dia menanyakan tentang kegiatan di sekolah hari ini. Setelah itu dia berpamitan pulang dengan membawa buku-buku catatanku, aku pun tersenyum lega karena sudah tidak ada lagi permasalahan dan permusuhan di antara aku dan temanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages