Dukunganmu - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Jumat, 16 November 2018

Dukunganmu



Di pagi hari aku belajar menari karena aku mau lomba, diwaktu aku latihan menari nenek dan mama senang, karena waktu muda dulu mama juga penari, mama mencarikan kostum untukku dan nenek mencari selendang tariku. Di hari pas waktu aku mau tampil nenek dan mamaku mendadaniku, setelah selesai aku masuk kamar dengan nenek disitu aku mengambil selendang, lalu papa masuk kamarku dan tiba-tiba papa marah kepadaku entah apa sebabnya aku belum tahu, aku dimarahinya hingga aku hampir saja tidak ikut lomba, aku menangis di kamar karena papa memarahiku
Ketika aku keluar dari kamar, mama bilang papa marah itu sebabnya aku dipanggilnya tetapi aku tidak mendengarkan dan aku juga membuat keributan di rumah membuat mama tidak mengurus papa duluan. Waktu itu papa mau berangkat kerja dan mama mengurusiku terlebih dahulu dan tidak mengurus papa yang hendak pergi bekerja. Akhirnya aku berangkat lomba, aku berangkat bersama nenek, aku berlomba hanya diantarkan nenek saja, pas waktu itu aku terlambat jadi aku diundur untuk urutan tampilku, tapi aku tidak apa-apa aku terlambat untungnya aku hanya diundurkan bukan di dies.
Sambil menunggu tampilan menari yang lain aku berbicara pada nenek “nenek kalau seandainya aku tidak bias menjadi juara gimana?” nenek membalas, “jangan khawatir nak kamu pasti bisa, menang atau tidak itu suatu hal yang biasa di perlombaan, jangan bersedih kamu pasti bias kok, nenek mendoakan yang terbaik” Jawabku, “iya nek, aku tidak patah semangat kok, aku tidak akan mengecewakan mama, papa, dan nenek”.
Setelah itu nomer urutanku disebutkan dan aku dipersilahkan untuk menaiki panggung dan tampil. Sebelum aku naik panggung aku selalu berdoa dahulu dan meminta restu pada nenekku terlebih dahulu, lalu aku tampil membawakan tari remo dari Malang. Setelah tampil aku di atas panggung ditanyai tentang berapa lama saya mempelajari tarian ini dan belajar dimana saya menjawab, “umur saya enambelas tahun, hanya satu minggu dan belajar dirumah,” setelah ditanyai aku turun dari panggung dan kembali ke nenek. Selama menunggu penari yang lain tampil dan pengumuman pemenang aku bertemu teman sanggar saya dulu. Kami menceritakan tentang dahulu, waktu kita masih berkumpul dahulu dan bertanya-tanya kabar.
Aku juga ketemu guru sanggar saya dahulu dan berbincang tentang masalah di sanggar kata guru sanggar saya, “erin kenapa kamu tidak ke sanggar lagi?”  jawabku, “hehe…maaf pak saya sibuk sekolah,” kata pak guru, “ikut lagi dong rin, tidak ada lagi muridku sehebat kamu satu sampai dua hari kamu langsung bisa” jawabku, “insyaallah pak”. Pengumuman juara akan dibacakan, aku dan nenek berdoa agar aku yang menjadi pemenangnya, juara 1 didapatkan oleh penari dari Jawa Tengah, juara 2 didapatkan oleh aku, juara 3 didapatkan oleh penari dari Surabaya, disitu aku dan nenek melakukan sujud syukur. Aku merasa senang sekali bahwa aku bisa menjadi juara, setelah mendapatkan piala dan sertifikat aku disuruh memberi sambutan, pesan atau motivasi untuk mereka semua. Aku dan nenekku setelah selesai dipeluk oleh bupati dan lurah, juga pejabat-pejabat lainnya, aku merasa bangga dengan diri saya sendiri dan juga nenek, mama merekalah yang memberiku semangat dan dukungan.
Sepulang dari perlombaan mama dan papa menciumku, mereka merasa senang sekali karena aku bisa menjadi juara, papa memberiku hadiah dan juga mama memberiku hadiah. Akhirnya dari situ mama dan papa semakin mendukungku untuk mengembangkan bakatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages