Suatu hari aku bangun pagi sekali,
terus sholat dan mandi, setelah itu aku pakai baju, sarapan. Tiba-tiba mau
sarapan ada hadiah dari Ayahku, lalu aku sarapan dengan wajah ceria banget.
“Nak…sarapan
dulu…?”kaka Ibu.
“Iya,
Bu aku akan turun “jawabku.
Lalu
aku turun dengan membawa tas, mau sarapan lalu berangkat sekolah.
“Duduk
dulu nak…? “kata Ibu.
“He’embz
Bu…!!!”jawab ku.
“Nak,
setelah sarapan ayo ikut Ibu dan Ayah”. Kata Ibu sambil mengelus rambut ku.
“Iya,
Bu!!mangnya mau ngapain?”jawab aku.
“Udah
nurut saja sama orang tuamu ini “kata ayah.
“Iya
“jawab aku.
“Setelah
aku selesai sarapan.
“Ayo
nak…?”ibu berkata.
“Iya
Bu…!!”jawabku.
Nah
aku ikut Ibu dan Ayahku, tiba-tiba ada hadiah yang dibungkus kertas kado.
“Ini
loh nak, kado dari Ayah dan Ibu” sambil pegang pundakku ini.
Buka yach Ayah…!”jawab aku.
“Iya
buka saja “kata aya sambil tersenyum.
Setelah aku buka ternyata hadiah
boneka lucu manggil deh… Boneka agak besar Hellow Kitty lagi, warnanya putih
dan pink.
“Wah
terima kasih Ayah, lucu banget dan bagus Ayah” kataku sambil memeluk boneka
itu.
“iya
sama-sama anakku, suka apa gak hadiah dari Ayah sama Ibu”, sambil mengelus-elus
rambuku.
“Suka
banget Ayah dan Ibu aku terima kasih
sekali ini hadiah yang aku sukai”, sambil menatap wajah Ayah dan Ibu.
“Iya,
cepet taruh di kamar lalu berangkat”, kata Ayah.
“Oke,
Ayah” jawab aku sambil horamat.
Aku ke kamar mandi lalu turun dengan
wajah gembira terus berangkat dianterin Ayah. Aku sampai di sekolah, aku saling
sapa dengan teman-teman dan berjabat tangan, tak lama kemudian Siska tanya pada
aku.
“Hai…kok
tumben ceria banget” kata siska tanya padaku.
“Iya
nih, hari ini aku seneng banget karena aku dapat pemberian boneka dari orang
tuaku” jawabku.
Teeet….teett…teett…
“Bel
dah masuk ayu kita ke kelas” kataku.
“Ayo”
jawab Siska sambil berjalan ke kelas.
Tiba-tiba aku ke kelas, ternyata
teman-teman telah menyiapkan kejutan untuk aku. Oh…iya lupa kalau sekarang
ulang tahunku tanggal 28 Desember, ku seneng banget. Sambil di nyanyiin sama
temen-temen.
“Happy
birth day to you, happy birth day to you, happy birth day to you, happy birth
day to you” sambil nyanyi teman-teman.
“Tiup
lilannya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga” lalu aku
tiup dengan wajah ceria dan senang banget walau aku terkejut.
“Selamat
ya…ni hadiah dari semua“ kata temen-temen.
“Makasih
ya temen-temen aku seneng banget” kata aku.
“Iya
sama-sama ayo potong kuenya” kata temen-temenku.
“Iya”
jawab ku.
Aku
potong kuenya lalu kue pertama aku kasih ke Ibu guru, terus kesahabat-sahabatku
semuanya”, ya udah anak-anak ayo belajar dulu kata Ibu guru.
“Baik,
Ibu guru” kata semua murid.
Setelah selesai belajar bel
istirahat terdengar, semua anak-anak ke kantin. Tapi ada satu temenku yang lagi
sedih, ku tanya dia.
“Kenapa
tidak ke kantin” sambil melangkah ke dia.
“Aku
gak punya uang sama sekali, uang aku udah habis ku buat beli pensil dan
penghapus,” jawab dia.
“Emmm,
ia udah ayo ikut aku tak beliin” kataku.
“Makasih
tapi aku gak mau ngrepotin kamu” jawab Sila, sedih.
“Ayolah…itung-itung
aku sodakoh ke kemau” kataku
“Iya
makasih banget ya???” kata Sila sambil senyum.
“Ia
sama-sama” jawabku
Akhirnya dia sama aku beli jajan ke
kantin, aku senang bisa bantu temanku meskipun aku di beri uang saku cuma 2000.
Setelah aku makan dengan teman-teman. Bel masuk teet…teet…teet…aku ikut
pelajaran dengan sungguh-sungguh, teman-teman tertib menerima pelajaran,
teet…teet…teet…bel pulang sudah berbunyi. Aku mau pulang tiba-tiba aku dibawa
ke kamar mandi, aku gak tau mau diapain, eh aku diguyur air, lalu di siram
telur.
“Aduh
mau dibawa ke mana aku sih”, kataku terkejut.
“Udah
ikut saja”.
Byuooor…!!!
“Aduh
kok diginiin cie aku!!!” sambil jengkel aku.
“Hadiah
ce hadiah tapi gak kayak gini”, kataku.
“Wah…lucu
banget kamu” terenyum semua lihat aku.
Terus aku pulang dengan putih semua
badanku. Tapi untungnya aku bawa jaket dan dijemput Ayah, “lho Nak…kenapa kok
putih semua”, kata Ayah.
“Ia
tadi loh Ayah…aku dikasih hadiah sama teman-teman, pertama-tama baik, eh
pulangnya malah diginiin”, sambil cemberut aku.
“Cepet
naik ayo pulang terus mandi”, kata Ayah.
“Iya”,
kataku sambil naik.
Gak terasa aku sampai di rumah di
tanya ibu sambil tertawa tapi aku langsungke kamar mandi. “kenapa itu Ayah???”
kata Ibu. (Ayah tersenyum)
“Tadi
loh dapet hadiah dari temannya”.
“Ow”.
Kata Ibu sambil tersenyum.
Aku langsung ke kamar mandi, setelah itu aku ke
kamarku sambil duduk di kasur sama, sama lihat hadiah dari temen ku. Tiba-tiba
ada yang ketuk jendela, took…took…took….
“Hai,
nik aku sayang” kata pacarku.
“Hai
juga!!! Pa bener ini pean”, kataku.
“Ia
sayang, nih ada hadiah special buat orang aku cintai dan aku sayangi, tapi
jangan sampai dibuang-buang”, kata dia sambil tersenyum.
“Ngapain
aku buang kan ini dari pacarku sendiri”, kataku.
“Lalu
Ibu mendengar suara cowok.
“Dha
siapa di kamar kamu???”, kata Ibu.
“Suuut…”,
kata pacarku.
“Gak
ada siapa-siapa buk”, kata ku.
“Beneran
ta???” kata Ibu
“Ea
Bu”, kataku.
Tiba-tiba
dia pamit pulang.
“Dada
sayang”.
Hadiah boneka imut lucu banget,
hadiah itu gak akan terlupakan hari yang bahagia bagi aku sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar