3 Boneka Yang Lucu - Mar’atus Sholichah - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

3 Boneka Yang Lucu - Mar’atus Sholichah


            Suatu hari aku bangun pagi sekali, terus sholat dan mandi, setelah itu aku pakai baju, sarapan. Tiba-tiba mau sarapan ada hadiah dari Ayahku, lalu aku sarapan dengan wajah ceria banget.
“Nak…sarapan dulu…?”kaka Ibu.
“Iya, Bu aku akan turun “jawabku.
Lalu aku turun dengan membawa tas, mau sarapan lalu berangkat sekolah.
“Duduk dulu nak…? “kata Ibu.
“He’embz Bu…!!!”jawab ku.
“Nak, setelah sarapan ayo ikut Ibu dan Ayah”. Kata Ibu sambil mengelus rambut ku.
“Iya, Bu!!mangnya mau ngapain?”jawab aku.
“Udah nurut saja sama orang tuamu ini “kata ayah.
“Iya “jawab aku.
“Setelah aku selesai sarapan.
“Ayo nak…?”ibu berkata.
“Iya Bu…!!”jawabku.
Nah aku ikut Ibu dan Ayahku, tiba-tiba ada hadiah yang dibungkus kertas kado.
“Ini loh nak, kado dari Ayah dan Ibu” sambil pegang pundakku ini.
 Buka yach Ayah…!”jawab aku.
“Iya buka saja “kata aya sambil tersenyum.
            Setelah aku buka ternyata hadiah boneka lucu manggil deh… Boneka agak besar Hellow Kitty lagi, warnanya putih dan pink.
“Wah terima kasih Ayah, lucu banget dan bagus Ayah” kataku sambil memeluk boneka itu.
“iya sama-sama anakku, suka apa gak hadiah dari Ayah sama Ibu”, sambil mengelus-elus rambuku.
“Suka banget Ayah dan Ibu aku  terima kasih sekali ini hadiah yang aku sukai”, sambil menatap wajah Ayah dan Ibu.
“Iya, cepet taruh di kamar lalu berangkat”, kata Ayah.
“Oke, Ayah” jawab aku sambil horamat.
            Aku ke kamar mandi lalu turun dengan wajah gembira terus berangkat dianterin Ayah. Aku sampai di sekolah, aku saling sapa dengan teman-teman dan berjabat tangan, tak lama kemudian Siska tanya pada aku.
“Hai…kok tumben ceria banget” kata siska tanya padaku.
“Iya nih, hari ini aku seneng banget karena aku dapat pemberian boneka dari orang tuaku” jawabku.
Teeet….teett…teett…
“Bel dah masuk ayu kita ke kelas” kataku.
“Ayo” jawab Siska sambil berjalan ke kelas.
            Tiba-tiba aku ke kelas, ternyata teman-teman telah menyiapkan kejutan untuk aku. Oh…iya lupa kalau sekarang ulang tahunku tanggal 28 Desember, ku seneng banget. Sambil di nyanyiin sama temen-temen.
“Happy birth day to you, happy birth day to you, happy birth day to you, happy birth day to you” sambil nyanyi teman-teman.
“Tiup lilannya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga” lalu aku tiup dengan wajah ceria dan senang banget walau aku terkejut.
“Selamat ya…ni hadiah dari semua“ kata temen-temen.
“Makasih ya temen-temen aku seneng banget” kata aku.
“Iya sama-sama ayo potong kuenya” kata temen-temenku.
“Iya” jawab ku.
Aku potong kuenya lalu kue pertama aku kasih ke Ibu guru, terus kesahabat-sahabatku semuanya”, ya udah anak-anak ayo belajar dulu kata Ibu guru.
“Baik, Ibu guru” kata semua murid.
            Setelah selesai belajar bel istirahat terdengar, semua anak-anak ke kantin. Tapi ada satu temenku yang lagi sedih, ku tanya dia.
“Kenapa tidak ke kantin” sambil melangkah ke dia.
“Aku gak punya uang sama sekali, uang aku udah habis ku buat beli pensil dan penghapus,” jawab dia.
“Emmm, ia udah ayo ikut aku tak beliin” kataku.
“Makasih tapi aku gak mau ngrepotin kamu” jawab Sila, sedih.
“Ayolah…itung-itung aku sodakoh ke kemau” kataku
“Iya makasih banget ya???” kata Sila sambil senyum.
“Ia sama-sama” jawabku
            Akhirnya dia sama aku beli jajan ke kantin, aku senang bisa bantu temanku meskipun aku di beri uang saku cuma 2000. Setelah aku makan dengan teman-teman. Bel masuk teet…teet…teet…aku ikut pelajaran dengan sungguh-sungguh, teman-teman tertib menerima pelajaran, teet…teet…teet…bel pulang sudah berbunyi. Aku mau pulang tiba-tiba aku dibawa ke kamar mandi, aku gak tau mau diapain, eh aku diguyur air, lalu di siram telur.
“Aduh mau dibawa ke mana aku sih”, kataku terkejut.
“Udah ikut saja”.
Byuooor…!!!
“Aduh kok diginiin cie aku!!!” sambil jengkel aku.
“Hadiah ce hadiah tapi gak kayak gini”, kataku.
“Wah…lucu banget kamu” terenyum semua lihat aku.
            Terus aku pulang dengan putih semua badanku. Tapi untungnya aku bawa jaket dan dijemput Ayah, “lho Nak…kenapa kok putih semua”, kata Ayah.
“Ia tadi loh Ayah…aku dikasih hadiah sama teman-teman, pertama-tama baik, eh pulangnya malah diginiin”, sambil cemberut aku.
“Cepet naik ayo pulang terus mandi”, kata Ayah.
“Iya”, kataku sambil naik.
            Gak terasa aku sampai di rumah di tanya ibu sambil tertawa tapi aku langsungke kamar mandi. “kenapa itu Ayah???” kata Ibu. (Ayah tersenyum)
“Tadi loh dapet hadiah dari temannya”.
“Ow”. Kata Ibu sambil tersenyum.
Aku langsung ke kamar mandi, setelah itu aku ke kamarku sambil duduk di kasur sama, sama lihat hadiah dari temen ku. Tiba-tiba ada yang ketuk jendela, took…took…took….
“Hai, nik aku sayang” kata pacarku.
“Hai juga!!! Pa bener ini pean”, kataku.
“Ia sayang, nih ada hadiah special buat orang aku cintai dan aku sayangi, tapi jangan sampai dibuang-buang”, kata dia sambil tersenyum.
“Ngapain aku buang kan ini dari pacarku sendiri”, kataku.
“Lalu Ibu mendengar suara cowok.
“Dha siapa di kamar kamu???”, kata Ibu.
“Suuut…”, kata pacarku.
“Gak ada siapa-siapa buk”, kata ku.
“Beneran ta???” kata Ibu
“Ea Bu”, kataku.
Tiba-tiba dia pamit pulang.
“Dada sayang”.
            Hadiah boneka imut lucu banget, hadiah itu gak akan terlupakan hari yang bahagia bagi aku sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages