Anak Kucing - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Anak Kucing



Pada waktu itu Dina baru saja selesai mandi, sampai-samapai kedinginan, karena dia mandi terlalu sore. Setelah sudah selesai ganti baju baju, dia keluar dari kamar dan menuju ke belakang rumahnya.
“Kamu baru selesai mandi ya?” kata Yane sambil ngledek.
“Biarin yang penting aku sekarang sudah mandi”, kata Dina.
“Wah…kucing milik siapa itu, kok masih kecil-kecil?” kata Dina kaget.
“Gak tau soalnya itu sudah dari kemarin ada di sini”, kata kak Rona.
“Dina mendekati kucing-kucing itu sambil menggodanya.
“Kemana ibunya?” kok gak bersama anaknya”.
“Ibunya tadi ada di sini tapi sekarang gak tau kemana”, kata kan Rona.
“Kasihan sekali, masih kecil-kecil ditinggal Ibunya dan tidak diurusi lagi sampai anaknya sakit tidak tau”, kataku sambil menggoda kedua kucing itu.
Setelah lama menggoda kucing itu Dina melihat ada kucing yang besar berwarna kuning bercampur berwarna putih datang.
“Apa itu ibu dari anak kucing ini?” tanya Dina sambil melihat kucing itu.
“Bukan yang itu, tapi yang satunya lagi”, jawab kakak Rona.
“Tetapi lihat itu ada lagi di belakangnya yang warna bulunya sama”, kata Dina.
“Ya, yang itu Ibunya, yang telah melahirkan bayi-bayi kucing itu”, jawab kak Rona.
“Tetapi kenapa dia langsung lari setelah melihat anaknya di sini?” tanya Dina lagi.
“Ya gak tau, mungkin takut dengan kamu mangkanya dia lari dari sini, jawab kan Rona.
“Ah…kakak ini bisa saja masak dia takut dengan aku, mungkin saja gara-gara ada kucing laki-laki tadi, mangkanya lari”, kata Dina.
Setelah sudah terlalu lama menggoda kucing-kucing itu, tidak terasa hari semakin sore dan waktunya sholat magrib….
Keesokan harinya dina siap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Ketika pulang sekolah Dina langsung menaruh sepedanya dan…
“Assalamualaikum….
“Waalaikum salam….
“Gimana sekolahnya”, kata Ibu Dina.
“Alhamdulillah baik-baik saja dan lancer”, kata Dina.
Dina segera mandi dan sholat dzuhur, dan melanjutkan pekerjaannya dari sekolah dan tiba-tiba…
“Din…Din…dimana kamu, kata Ibu Dina sambil memanggil-manggil.
“Ya ada apa Bu, kok memanggil saya”, sambil bertanya.
“Kemarin aku melihat ada kucing besar yang bagus disini”, kata Ibu kepada Dina.
“Kalau kucing liar, tapi disini ada kucing kecil-kecil dua yang berbeda warna”, kata Dina dengan menjelaskan.
“Ya gak papa, tapi Ibu mau yang warnanya kuning dicampur putih”, jawab Ibu.
“Itu…itu…kucingnya ada disana, kalau Ibu mau”, kata Dina
“Kok begitu kucingnya, masiskh kecil-kecil, tapi masih ada Ibunya apa tidak?” kata Ibu bertanya lagi.
“Ibunya sudah tidak mengurusinya lagi, dan sekarang hanya tinggal berdua saja”, kata Dina menjelaskan kepada Ibunya.
“Ibupun berpikir-pikir dulu sampai memutuskan…
“Kalau masih kecil Ibu tidak mau karena masih kecil dan warnanya pun tidak mengundang selera”, kata Ibu dengan memutuskan.
“Ya terserah Ibu saja, kalau Ibu tidak mau juga tidak apa-apa”, jawab Dina pada Ibu.
Setelah selesai berbincang-bincang, akhirnya Ibu tidak jadi untuk mengambil kucing itu. Karena kucingnya masih kecil-kecil dan butuh kasih sayang dari induknya, biarkan dia besar dulu, siapa tau kalau besar nanti tambah bagus dan lebih gemuk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages