Ayam Membawa Kebahagiaan - M. Ulumh - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Ayam Membawa Kebahagiaan - M. Ulumh



Pada suatu hari saya membeli ayam di tetangga saya dengan harga Rp. 20.000/ekor. Saya membeli dua ekor ayam. Setiap pagi dan sore saya beri makan dan minum. Pada keesokan harinya ayam saya bertelur 12 butir. Saya merasa senang sekali, setelah lama saya menunggu ayam-ayamku menetas.
“Bu…bu…bu, ayam saya sudah menetas”, seruku pada Ibu.
“Menetas berapa?“ tanya Ibu.
“Menetas 10 ekor bu…!” jawab saya sambil memberi makan.
Setelah itu, saya pergi membeli pakan ayam, dan keesokan harinya saya ambil semua anak ayam yang sudah menetas dan memberinya makan. Kemudian saya mandi, ganti baju dan sarapan pagi. Sesudah sarapan saya berangkat ke sekolah bersama teman-teman saya.
Setelah sekolah saya pergi bermain bola di halaman sekolah SDN. Tidak terasa sudah hampir malam, saya pun pulang.
“Bu… apa ayam saya sudah masuk ke kandang?” tanyaku pada Ibu.
“Belum,“ jawab Ibu
Seketika itu juga saya langsung pergi ke belakang rumah untuk mencari ayam. Ternyata ayam saya masih mencari makan. Semua ayam kumasukkan ke dalam kandang, kemudian saya pun mandi.
Pada malam hari saya bicara kepada Ibu dan bapak saya.
“Pak…Bu…saya ingin sepatu baru
“Bapak sama Ibu belum punya uang” jawab mereka berdua.
Keesokan harinya saya disuruh untuk menjual sebagian ayam yang aku punya. Saya menunggu orang yang mau membeli ayam di pinggir jalan. Tidak berselang lama pembeli ayam itu tiba.
“Pak!”
“Ya…nak mau apa ya?” tanya si Bapak.
“Saya mau jual ayam, sahut saya.
“Jual berapa dik?
“6 ekor saja,”jawabku sambil mengambil ayam.
“Dijual berapa dik” tanya pembeli
“Rp. 90.000,- Pak,” jawab ku.
“Ya…” jawab penjual sambil mengambilkan uang.
Setelah itu saya pergi ke pasar untuk membeli sepatu baru. Berkat ayam-ayam ini, saya diberi kemudahan untuk membeli sepatu baru sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages