Setiap Rabu
dan Jumat aku latihan sepak
bola di
lapangan Pangedangan-Turen. Aku berangkat latihan menaiki sepeda, aku berangkat
tidak sendirian, aku ditemani temanku, mereka adalah Andi, Lukman, Badrol dan
Adin. Ketika
dalam perjalanan aku manaiki sepeda dengan berbincang-bincang, Badrol berkata
kepadaku, “Jack nanti kamu jadi
bek bertahan saja, biar aku dan Adin menjadi striker”. “Oke Drol, aku akan
menjaga lawan dengan ketat”, jawabku.
Akhirnya selama beberapa menit perjalanan, aku dan
teman-temanku sampai di lapangan. Pelatihku pun juga sudah sampai. Pelatih
berkata,“Anak-anak ayo segera
pakai sepatu kalian.“Baik pak”, jawab kami.
Aku segera bergegas memakai sepatu, aku dan
teman-teman langsung disuruh untuk mengitari lapangan.
“Ayo
kita segera melakukan pemanasan dengan
mengitari lapangan sebanyak 3 kali”,
ajak pelatih. “Baik pak, akan segera kami lakukan”, jawab kami kompak.
Setelah melakukan pemanasan, rasa lelah muncul. Kaki
kram, lalu teman-temanku
segera membantu menghilangkan rasa kram di kakiku.
“Hei
Drol, tolong aku, kakiku kram”.
“Baik
aku segera ke sana”.
Peluit
berbunyi, priiit, tanda permainan segera dimulai.
“Priiit,
anak-anak kita segera game on.
Kami segera bersuit, akhirnya Badrol, Adin dan
lukman menjadi timku. Badrol kutunjuk sebagai captain.
“Badrol
kamu aku jadikan captain”.
“Baik
Jack”, jawab Badrol semangat.
“Oh ya aku lupa, aku bek
dengan Lukman dan teman lainnya saja”.
“Oke
terserah kamu Jack”, jawab Lukman.
Sebelum
kami memulai permainan,
kami berdoa dulu.
“Jack,
Luk, Din dan teman lainnya, sebelum mulai permainan marilah kita berdoa.
“Baik
Drol.
“Berdoa
mulai.
“Amin.
Selesai
berdoa langsung mengambil posisiku, aku ditempatkan di sisi kanan.
Priiit, play on pun dimulai, Badrol langsung mengoper
bola kepadaku. Lalu aku mengoper bola kepada Lukman, Lukman menggiring bola dengan hebat dan
mengoper bola kepada Adi
di sisi kiri, lalu Adin
menggiring, Badrol mengheding.
“Hiya,
duk”. Akan tetapi tandukan
Badrol tidak terlalu keras, jadi kiper bisa menangkap bola.
“Hampir
saja aku membuat gol”, kata Badrol.
Adin
menyahut, “hampir saja masuk”.
Kiper
lawan melakukan tendangan gawang.
“Hei
terima umpanku”.
“Baik.
Namun
musuh terlalu grogi, dia tidak bisa mengontrol bola dengan baik. Bola keluar,
out.
Lukman
melakukan lemparan. Dia mengoper kepadaku.
“Jack
terima ini”, kata Lukman.
“Oke,
langsung aku control”.
Lalu aku operkan bolanya
kepada Badrol, Badrol menggiring
dan melewati 3 pemain. Badrol
menendang “duk” Goooool
“Akhirnya
aku mencetak gol.
Yes!
“Bagus
Badrol”.
Musuh
melakukan operan, langsung ke depan, musuh berhasil mengontrol, musuh menendang
“duk” bola mengenai tanganku tepat di kotak pinalti, prit penalty, musuh
mencetak gol. Akan tetapi pertandingan dibatalkan karena hujan lebat.
“Permainan
dibatalkan karena hujan lebat”, kata
pelatih.
Kami
langsung pulang dan segera istirahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar