Sepeda Motor - Rizki Deo - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Sepeda Motor - Rizki Deo



Di pagi hari yang sangat cerah, sekitar pukul 05.00 aku bangun tidur, lalu mandi dan sarapan pagi. Sesudah sarapan, aku pamit kepada orang tuaku. Aku berangkat sekolah dengan membawa sepeda motor agar tidak terlambat. Saat perjalanan aku bertemu Hendra yang juga membawa sepeda motor.
“Hai Hen, apa kabar?” sapaku. “Baik saja, kalau kamu?”tanya Hendra. “Aku juga baik-baik saja”, jawabku. “Sekarang kamu kalau sekolah juga bawa sepeda motor ya?” tanya Hendra. “Ya, aku diberi sama orang tuaku saat aku ulang tahun yang ke-14”, kataku. “Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekolah bersama-sama ya”, kata Hendra. Sampailah kami di sekolah.
Saat perjalanan pulang dari sekolah, aku bertemu Joko. “Hai Jok, kenapa kamu kok pulangnya jalan kaki?” tanyaku pada Joko. “Sepedaku bannya bocor”, kata Joko. Ow ya sudah ayo bareng aku pulang”, ajakku. Ya terima kasih”, jawab Joko. Akhirnya Joko kuantar pulang sampai rumahnya dan Joko mengucapkan terimah kasih.
Syukur Alhamdulillah aku memiliki sepeda motor, aku bisa menolong temanku yang pulangnya jalan kaki. Sampai di rumah, aku ganti baju, makan dan aku langsung menuju rumah. Aku mengajak Hendra ke Mbetek, ke rumah Aziz. Saat di perjalanan menuju rumah Aziz, aku bertemu Irfan dan Dendik. Mereka juga mau ke rumah Aziz.
“Hai Fan, Den, kamu mau ke mana? tanya Hendri.
“Aku mau ke rumah Aziz”, kata Irfan dan Dendrik
“Aku juga, yuk kita bareng-bareng ke rumah Aziz”, kataku.
“Ayo…..!
Sampai di rumah Aziz, ternyata Aziz tidak ada di rumah. Aku tanya kepada tetangganya, “Bu Aziz ke mana kok tidak ada di rumah?
“Ow, Aziz ada di pondokan sampingnya WD (Wak Derup) kata Ibu itu.
“Sama-sama”, kata Ibu itu.
Aku, Hendra, Irfan dan Dendrik menuju ke pondok Aziz ada di samping WD. “Ziz ayo kita ke WD”, ajak Hendra dan Dendik, “Aku belum pernah sekalipun ke WD”, sambung Hendra dan Dendrik
“Ayo…?” kata Aziz.
Kami menuju WD. Di sana ada pemandangan yang sangat indah. Tak lama kemudian aku mengajak teman-teman pulang karena sudah terlalu sore.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages