Di pagi hari yang sangat cerah, sekitar pukul 05.00
aku bangun tidur, lalu
mandi dan sarapan pagi. Sesudah sarapan, aku pamit kepada orang
tuaku. Aku berangkat sekolah dengan membawa sepeda motor agar tidak terlambat. Saat perjalanan
aku bertemu Hendra yang
juga membawa sepeda motor.
“Hai
Hen, apa kabar?” sapaku.
“Baik saja, kalau kamu?”tanya Hendra. “Aku juga baik-baik saja”, jawabku. “Sekarang kamu
kalau sekolah juga bawa sepeda motor ya?”
tanya Hendra. “Ya, aku diberi sama orang
tuaku saat aku ulang tahun yang ke-14”, kataku. “Ya sudah kalau begitu kita berangkat
sekolah bersama-sama ya”, kata Hendra. Sampailah
kami di sekolah.
Saat perjalanan pulang
dari sekolah,
aku bertemu Joko. “Hai
Jok, kenapa kamu kok
pulangnya jalan kaki?”
tanyaku pada Joko. “Sepedaku bannya bocor”, kata Joko. “Ow ya sudah ayo bareng aku
pulang”, ajakku. “Ya terima kasih”, jawab Joko. Akhirnya Joko kuantar
pulang sampai rumahnya dan Joko mengucapkan
terimah kasih.
Syukur Alhamdulillah aku memiliki sepeda motor, aku
bisa menolong temanku yang pulangnya jalan kaki. Sampai di rumah, aku ganti baju, makan
dan aku langsung menuju
rumah. Aku mengajak Hendra ke Mbetek, ke rumah Aziz. Saat
di perjalanan
menuju rumah Aziz,
aku bertemu Irfan dan Dendik.
Mereka juga mau ke rumah Aziz.
“Hai
Fan, Den, kamu mau ke mana? tanya Hendri.
“Aku
mau ke rumah
Aziz”, kata Irfan dan Dendrik
“Aku
juga, yuk kita bareng-bareng ke rumah
Aziz”, kataku.
“Ayo…..!”
Sampai di rumah Aziz, ternyata Aziz tidak ada di rumah. Aku tanya kepada
tetangganya, “Bu
Aziz ke mana
kok tidak ada di rumah?“
“Ow,
Aziz ada di pondokan sampingnya
WD (Wak Derup)”
kata Ibu itu.
“Sama-sama”, kata Ibu itu.
Aku, Hendra, Irfan dan
Dendrik menuju ke pondok
Aziz ada di samping WD. “Ziz ayo kita ke WD”,
ajak Hendra dan Dendik, “Aku belum pernah sekalipun ke
WD”, sambung Hendra dan Dendrik
“Ayo…?” kata Aziz.
Kami menuju WD. Di sana ada pemandangan yang
sangat indah. Tak lama kemudian
aku mengajak teman-teman pulang karena sudah terlalu sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar