Hadiah dari Sahabat - Diajeng Ari P. - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Hadiah dari Sahabat - Diajeng Ari P.



Waktu berangkat sekolah di mana hari masih pagi, Dara seorang cewek kelas dua SMA yang cantik dan pintar itu berjalan menuju sekolah dengan adiknya yang bernama Rara. Ia masih kelas satu SMP. Karena sekolah mereka berdekatan, mereka selalu berangkat dan pulang bersama-sama.
“Aduh, cepet donk, Ra…!!!“ sentak Dara kepada adiknya.
“Iya, iya… sabar dikit napa…!!!” jawab Rara dengan rasa kesal.
Pada saat Dara sudah berada di depan gerbang, tiba-tiba bel masuk berbunyi.
“Kriing.kriing.kriiing…!!!” suara bel masuk berbunyi.
“Aduh sialan, jangan-jangan Dara terlambat lagi nih..!!” kata Fira sahabat Dara dalam hati.
“Hai Fir…!!” sapa Dara.
“Eh, hai juga, Dar…!!! Aku kira tadi kamu terlambat lagi…???” tanya Fira sambil berjalan menuju kelas mereka.
“Iya sih. Tadi waktu bel masuk bunyi, aku sudah ada di depan gerbang”, jelas Dara sambil menaruh tas di atas mejanya.
“Untunglah kalau begitu”, kata Fira.
Tiba-tiba di saat mereka asyik berbincang-bincang, pak Yunus selaku guru Fisika mereka masuk. Dara dan Firapun menghentikan pembicaraan mereka.
“Anak-anak, sekarang kita ulangan” kata Pak Yunus dengan membagikan  soal ulangan.
“Aduh pak, nggak ada waktu buat belajar ta...!!!“ kata Fira kebingungan karena tadi malam dia tidak belajar.
“Tidak ada, karena ini mengetes kemampuan kalian, dan seberapa siap kalian menghadapi pelajaran yang bapak berikan” jelas Pak Yunus dengan bijaksana.
Ketika Dara mendapat kertas ulangan dari Pak Yunus, dia langsung mengerjakan tanpa ada rasa kebingungan. Setiap malam ia selalu belajar. Beberapa saat kemudian setelah pelajaran Pak Yunus selesai, waktu istirahat tiba.
“Eh Dar, kamu ke kantin tidak…???” tanya Fira.
Kayaknya nggak deh, aku harus selesaikan dulu tugas ini,?” jelas Dara yang sedang mengerjakan tugas yang diberi pak Yunus tadi.
Fira pun pergi ke kantin bersama teman-temannya.
“Hai Fir, kemana Dara??” Tanya Rio, cowok yang suka Dara.
“Dia di kelas. Ada apa?? Kangen yach…!!!” jawab Fira.
“Ngawur aja kamu ini…aku tuh cuma mau mengembalikan bukunya yang aku pinjam kemarin…!!!” jelas Rio.
Yang benar nih..??“ tanya Fira.
“Ya benerlah. Lagian kalau misalnya aku suka sama Dara, rasanya tidak mungkin…aku tuh sadar..??“ jelas Rio.
“Sadar gimana maksudnya…??“ tanya Fira penasaran.
“Ya sadar kalau Dara nggak pantes buat aku…!!“ jawab Rio.
“Siapa bilang dia nggak pantes buatmu. Kalau menurutku kalian berdua itu pantes banget, soalnya kamu dan Dara banyak kesamaan…???“ jelas Fira.
“Kesamaan gimana…???” tanya Rio penasaran.
“Ya...kamu dan Dara kan sama-sama pintar, dan para guru juga banyak yang suka sama kalian. Lantas kamu nunggu apa lagi??“ jelas Fira sambil mengambil minuman yang akan dibelinya.
“Ya sudahlah, jangan terlalu menghayal, lagian siapa juga yang suka sama Dara…!!!“ kata Rio dengan wajah malu-malu mau.
Pada saat mereka berbincang-bincang tiba-tiba dari kejauhan ada segerombolan cowok dan salah satunya menepuk bahu Rio.
“Lagian Dara gak mungkin suka sama kamu. Dia itu sukanya sama aku..cowok terkeren di sekolah ini…!!!” Kata Reza dengan gaya yang sok keren.
“Siapa bilang Dara suka sama kamu. Dia tidak mungkin suka sama kamu yang belagu dan sok keren kayak gini,,,!!!“ kata Fira.
“Udah deh, kamu diam aja,,kamu tuh nggak ngerti apa-apa…!!“ kata Reza dengan wajah ngledek Fira.
Fira pun meninggalkan Reza yang sok keren itu, dan menceritakan apa yang telah terjadi.
“Dar, kamu tau gak..??“ tanya Fira.
“Tau apa Fir..??“ jawab Dara penasaran.
“Tadi si Reza gangguin Rio lagi..??“ jelas Fira.
“Masak sih…!“ jawab Dara sinis.
“Iya, aku sampek kasihan melihat Rio digituin terus..!!“ kata Fira.
“Emangnya apa hubungannya sama aku??“ jawab Dara singkat.
Aduh kamu ini…!!!” kata Fira sebel.
Fira pun meninggalkan Dara, dan Dara pun merasa bingung, soalnya Dara tidak suka sama Rio, akan tetapi dia suka Reza yang sok keren itu. Saat pulangpun tiba, dan Dara menunggu adiknya di bawah pohon depan sekolah adiknya. Tiba-tiba Dara melihat Fira sedang dibonceng Rio.
“Fir..!!!“ teriak Dara.
Fira pun tidak merespon sama sekali, ia hanya melirik Dara dengan wajah benci. Dara hanya bisa pasrah terhadap sahabatnya itu.
Waktu tiba di rumah dia hanya bisa terdiam diri. Biasanya sepulang sekolah mereka bermain,bersama, belajar bersama, tetapi sekarang semua itu telah tiada. Kini Dara merasakan sepi tanpa ada sahabat.
Keesokan harinya Dara berangkat sekolah sendiri tanpa ditemani oleh adiknya, karena adiknya sedang sakit. Dia berjalan di tepi jalan raya dengan perlahan-lahan. Tiba-tiba ada sebuah motor menghampirinya.
“Hai Dar…!“ sapa Reza
“Hai juga Za..!!“ jawab Dara.
“Ayo bareng sama aku..!!“ kata Reza.
“Yang bener nich..??” jawab Dara kaget.
“Iya ayo cepat.!!!“ kata Reza.
Darapun senang ketika mendapat tawaran dari Reza, karena Dara suka sama dia. Dan pada saat tiba  di sekolah, Dara menjadi pusat perhatian semua siswa. Karena biasanya Reza tidak pernah membonceng cewek untuk berangkat bersamanya. Pada waktu di kelas Dara tidak mempunyai teman-teman sama sekali, karena mereka merasa iri.
Saat waktu pulang pun tiba, tiba-tiba di depan rumahnya ada sebuah kotak merah yang dihiasi pita berwarna biru.
“Ra, ini hadiah dari siapa??“ tanya Dara kepada adiknya.
“Gak tau aku, Kak, dari tadi aku nggak lihat orang datang”.
Dengan rasa penasaran, tiba-tiba Dara segera membuka hadiah itu.
“Wow, siapa sih yang ngasih aku hadiah seperti ini..!!“ Dara pun kaget melihat hadiah yang telah dibukanya. Ternyata hadiah itu adalah sebuah boneka kelinci putih yang sangat lucu. Di atasnya terdapat tulisan yang agak membingungkan.
Keesokan harinya, ketika Dara berangkat sekolah tiba-tiba dari kejauhan ada seorang cewek berdiri dan memeluknya. “Dar, maafin aku ya kalau aku slama ini udah kejam ma kamu…!!!” kata Fira.
“Iya gak papa..aku juga minta maaf” kata Dara.
“Dar, yang kemarin itu hadiah dari aku, aku harap kamu menyukainya.“ ujar Fira.
“Aku sangat suka sekali hadiah dari kamu, makasih ya…” kata Dara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages