Waktu berangkat sekolah di mana hari masih pagi,
Dara seorang cewek kelas dua SMA yang cantik dan pintar itu berjalan menuju
sekolah dengan adiknya yang bernama Rara. Ia masih kelas satu SMP. Karena sekolah mereka berdekatan,
mereka selalu berangkat dan pulang bersama-sama.
“Aduh,
cepet donk, Ra…!!!“
sentak Dara kepada adiknya.
“Iya,
iya… sabar dikit napa…!!!”
jawab Rara dengan rasa kesal.
Pada
saat Dara sudah berada di depan
gerbang, tiba-tiba bel masuk berbunyi.
“Kriing.kriing.kriiing…!!!”
suara bel masuk berbunyi.
“Aduh
sialan, jangan-jangan Dara terlambat lagi nih..!!” kata Fira sahabat Dara dalam
hati.
“Hai
Fir…!!” sapa Dara.
“Eh,
hai juga, Dar…!!!
Aku kira tadi kamu terlambat lagi…???” tanya Fira sambil berjalan menuju kelas
mereka.
“Iya
sih. Tadi
waktu bel masuk bunyi, aku sudah ada di depan gerbang”, jelas Dara sambil
menaruh tas di atas mejanya.
“Untunglah
kalau begitu”, kata Fira.
Tiba-tiba di saat mereka asyik
berbincang-bincang, pak Yunus
selaku guru Fisika
mereka masuk. Dara dan Firapun menghentikan pembicaraan mereka.
“Anak-anak,
sekarang kita ulangan” kata Pak Yunus dengan membagikan soal ulangan.
“Aduh
pak, nggak ada waktu buat
belajar ta...!!!“ kata Fira kebingungan karena
tadi malam dia tidak belajar.
“Tidak
ada, karena ini mengetes kemampuan kalian, dan seberapa siap kalian menghadapi
pelajaran yang bapak berikan” jelas Pak Yunus dengan bijaksana.
Ketika
Dara mendapat kertas ulangan dari Pak Yunus, dia langsung mengerjakan tanpa ada
rasa kebingungan. Setiap
malam ia selalu belajar. Beberapa saat kemudian setelah pelajaran Pak Yunus
selesai, waktu istirahat tiba.
“Eh
Dar, kamu ke kantin
tidak…???” tanya Fira.
“Kayaknya nggak deh, aku harus
selesaikan dulu tugas ini,?” jelas Dara yang sedang mengerjakan tugas yang
diberi pak Yunus tadi.
Fira pun pergi ke kantin bersama teman-temannya.
“Hai
Fir, kemana Dara??” Tanya
Rio, cowok yang suka Dara.
“Dia
di kelas. Ada apa?? Kangen yach…!!!” jawab Fira.
“Ngawur aja kamu ini…aku tuh cuma mau mengembalikan
bukunya yang aku pinjam kemarin…!!!” jelas Rio.
Yang
benar nih..??“ tanya Fira.
“Ya
benerlah. Lagian kalau misalnya
aku suka sama
Dara, rasanya tidak mungkin…aku tuh
sadar..??“ jelas Rio.
“Sadar
gimana maksudnya…??“ tanya Fira penasaran.
“Ya
sadar kalau Dara nggak
pantes buat aku…!!“ jawab Rio.
“Siapa
bilang dia nggak
pantes buatmu. Kalau menurutku kalian berdua itu pantes banget, soalnya kamu
dan Dara banyak kesamaan…???“ jelas Fira.
“Kesamaan
gimana…???” tanya Rio penasaran.
“Ya...kamu
dan Dara kan sama-sama pintar, dan para guru juga banyak yang suka sama kalian. Lantas kamu nunggu apa lagi??“
jelas Fira sambil mengambil minuman yang akan dibelinya.
“Ya
sudahlah, jangan terlalu menghayal, lagian siapa juga yang suka sama Dara…!!!“
kata Rio dengan wajah malu-malu mau.
Pada saat mereka berbincang-bincang tiba-tiba dari
kejauhan ada segerombolan cowok dan salah satunya menepuk bahu Rio.
“Lagian
Dara gak mungkin suka sama kamu. Dia
itu sukanya sama aku..cowok terkeren di sekolah ini…!!!” Kata
Reza dengan gaya yang sok keren.
“Siapa
bilang Dara suka sama kamu. Dia
tidak mungkin suka sama kamu
yang belagu dan sok keren kayak gini,,,!!!“ kata Fira.
“Udah
deh, kamu diam aja,,kamu tuh nggak
ngerti apa-apa…!!“ kata Reza dengan wajah ngledek Fira.
Fira pun meninggalkan Reza yang
sok keren itu, dan menceritakan apa yang telah terjadi.
“Dar,
kamu tau gak..??“ tanya Fira.
“Tau
apa Fir..??“ jawab Dara penasaran.
“Tadi
si Reza gangguin Rio lagi..??“ jelas Fira.
“Masak
sih…!“ jawab Dara sinis.
“Iya,
aku sampek kasihan melihat Rio digituin terus..!!“ kata Fira.
“Emangnya
apa hubungannya sama aku??“ jawab Dara singkat.
“Aduh kamu ini…!!!” kata
Fira sebel.
Fira pun meninggalkan Dara, dan Dara pun merasa
bingung, soalnya Dara tidak suka sama Rio, akan tetapi dia suka Reza yang sok
keren itu. Saat pulangpun tiba, dan Dara menunggu adiknya di bawah pohon depan
sekolah adiknya. Tiba-tiba Dara melihat Fira sedang dibonceng Rio.
“Fir..!!!“
teriak Dara.
Fira
pun tidak merespon sama sekali, ia hanya melirik Dara dengan wajah benci. Dara
hanya bisa pasrah terhadap sahabatnya
itu.
Waktu tiba di rumah dia hanya bisa terdiam diri.
Biasanya sepulang sekolah mereka bermain,bersama, belajar bersama, tetapi
sekarang semua itu telah tiada. Kini Dara merasakan sepi tanpa ada sahabat.
Keesokan harinya Dara berangkat sekolah sendiri
tanpa ditemani oleh adiknya, karena adiknya sedang sakit. Dia berjalan di tepi
jalan raya dengan perlahan-lahan. Tiba-tiba ada sebuah motor menghampirinya.
“Hai
Dar…!“ sapa Reza
“Hai
juga Za..!!“ jawab Dara.
“Ayo
bareng sama aku..!!“ kata Reza.
“Yang
bener nich..??” jawab Dara kaget.
“Iya
ayo cepat.!!!“ kata Reza.
Darapun senang ketika mendapat tawaran dari Reza,
karena Dara suka sama dia. Dan pada saat tiba
di sekolah, Dara menjadi pusat perhatian semua siswa. Karena biasanya Reza tidak pernah
membonceng cewek untuk berangkat bersamanya. Pada waktu di kelas Dara tidak
mempunyai teman-teman sama sekali, karena mereka merasa iri.
Saat waktu pulang pun tiba, tiba-tiba di depan
rumahnya ada sebuah kotak merah yang dihiasi pita berwarna biru.
“Ra,
ini hadiah dari siapa??“
tanya Dara kepada adiknya.
“Gak
tau aku, Kak, dari tadi aku nggak lihat orang
datang”.
Dengan
rasa penasaran, tiba-tiba Dara segera membuka hadiah itu.
“Wow,
siapa sih yang ngasih aku hadiah seperti ini..!!“ Dara pun kaget melihat hadiah
yang telah dibukanya. Ternyata
hadiah itu adalah sebuah boneka kelinci putih yang sangat lucu. Di atasnya terdapat
tulisan yang agak membingungkan.
Keesokan harinya, ketika Dara berangkat sekolah
tiba-tiba dari kejauhan ada seorang cewek berdiri dan memeluknya. “Dar, maafin aku ya
kalau aku slama ini udah kejam ma kamu…!!!” kata Fira.
“Iya
gak papa..aku juga minta maaf” kata Dara.
“Dar,
yang kemarin itu hadiah dari aku, aku harap kamu menyukainya.“ ujar Fira.
“Aku
sangat suka sekali hadiah dari kamu, makasih ya…” kata Dara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar