Guci - Rokimin - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Guci - Rokimin



Pada malam hari sekitar pukul 21.00. Pak Herman dan Ibu Santi sedang pergi ke rumah sakit untuk menjenguk saudaranya yang bernama Sodik, yang sedang sakit. Setelah cukup lama berada di rumah sakit Ibu Santi pun berpamitan pada saudaranya dan Ibu Santi pun keluar dari rumah sakit.
Setelah keluar dari rumah sakit, sekitar pukul 22-30 ada seorang kakek yang menjual guci yang sangat bagus dan guci itu tinggal 1 biji. Karena sangat bagus dan guci itu akhirnya Ibu Santi membelinya. Guci dari kakek itu seharga Rp. 45.000,00.
Setelah membeli guci itu Ibu Santi langsung berpamitan kepada penjual guci itu dan setelah di rumah guci itu di taruh di tempat yang cocok. Setelah sampai di rumah pukul 23.00. Doni dan kakaknya sudah tidur, Ibu Santipun bingung menaruh guci itu di tempat yang cocok, dan Pak Andik pun mempunyai usul untuk menaruk guci itu di ruang tamu.
Sampai pukul 23.30 Pak Herman dan Ibu Santi tidur. Keesokan harinya guci yang di taruh di ruang tamu itu hilang. Waktu guci itu hilang, Doni dan kakaknya masih sekolah. Pak Herman dan Ibu Santi pun  bingung mencari guci itu ke mana-mana, dan akhirnya guci itu ketemu di kamar mandi. Ternyata guci itu di bawah Doni saat mandi dam Doni pun lupa tidak mengembalikan ke tempatnya semula. Ibu Santi tidak lagi meletakkan guci itu di ruang tamu, karena takut dibawa Doni. Ibu Santi bersaran untuk menaruh guci itu di kamarnya.
Setelah beberapa hari  ditaruh di kamarnya, guci itu terjaga dengan baik. Setelah di taruh di kamarnya beberapa hari, Doni kembali menemukan guci yang disembunyikan Pak Herman dan Ibu Santi, guci itu dipakai main oleh Doni dan teman-temannya.
Waktu guci itu dibuat mainan Doni, ternyata tanpa sepengetahuan Doni guci itu disembunyikan oleh teman-temannya. Doni bertanya kepada teman-temannya di mana guci itu disembunyikan, dan mereka menjawab aku tidak tahu gucimu. Doni pun pulang ke rumah dengan wajah ketakutan. Pak Herman dan Ibu Santi di rumah bingung mencari guci yang sedang hilang itu dan ternyata guci disembunyikan teman-teman Doni. Guci itu dijual ke tetangga sebelah rumah.
Sesampainya di rumah, Doni ditanya Ibu Santi dan Pak Herman, “di mana guci itu?” Doni bilang dengan tidak jujur, Doni bilang,“aku tidak tau, guci itu ada di mana”. Herman dan Ibu Santi tidak percaya kalau guci itu hilang kalau tidak ada yang mengambilnya. Dan setelah Doni pulang, Ibu Santi langsung menanyakan guci itu pad Doni “apa kamu tau guci yang Ibu Santi taruh di kamar” dan Doni bicara “aku tidak tau”. Dan Pak Herman bingung sendiri mencari guci itu di mana-mana.
Pak Herman sampai lelah mencari guci itu, dan Ibu Santi sangat gelisah karena Ibu Santi kehilangan guci yang disayangnya. Kakak Doni juga berusaha mencari guci yang hilang itu, dan Doni di kamar sendirian. Ia menangisdan tampak gelisah. Doni ingin berbicara pada Ibu Santi tapi ia masih merasa ketakutan untuk berbicara pada Ibu Santi.
Akhirnya Ibu Santi bercakap-cakap dengan tetangganya. Ibu berkata bahwa guci Ibu Santi yang disukai itu hilang, dan Ibu Santi melihatnya guci itu di ruang tamu tetangganya. Ibu Santi bertanya kepada tetangganya dari mana Ibu dapat guci itu dan tetangga Ibu Santi bilang “aku mendapatkan dari teman-taman anak Ibu. Ibu Santi bilang “Bu, itu guci saya yang hilang kemarin, bolehkah aku mengambil kembali guci itu, Bu?” Ibu itu bilang,“boleh, Bu lain kali jaga guci itu dengan baik ya Bu”. “Terima kasih, akan kusimpan guci ini dengan baik”, kata bu Santi. Ibu Santi pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia, sampai di rumah ibu santi bertanya pada Doni “Don, Ibu sudah mendapatkan guci itu, kamu jujur saja, kamu yang mengambil guci itu, gak apa-apa ibu tidak akan marah. Doni berbicara,”ya Bu, aku yang mengambil guci itu, maaf ya Bu, aku sudah mengambil guci itu tanpa sepengetahuan Ibu”, dan Ibu bicara “ya Ibu maafkan tapi lain kali jangan diulangi lagi ya”. Doni bicara “ya bu”.
Doni sangat merasa senang karena Ibu Santi tidak memarahi Doni lagi, dan Ibu Santi bilang pada Pak Herman kalau gucinya sudah ketemu. Pak Herman merasa senang karena sudah ketemu dan Ibu Santi pun harus menjaganya dengan baik dan satu lagi kuberi nama Guciku Hilang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages