Cinta Terbatas Garis Islam - Siti Nur Faddilah - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Cinta Terbatas Garis Islam - Siti Nur Faddilah



Suatu senja yang cerah seakan membatasi waktu siang dan malam begitupun dengan detik-detik datangnya waktu sholat magrib dan suara penyeru umat Islam yang dikumandangkan kepada setiap umat Islam kepada kaum muslimin maupun muslimat.
Lekas ku bergegas mengambil air wudlu dan segera mendatangi seruan-seruan adzan. Setapak demi setapak aku berjalan menuju masjid di ujung jalan.
“Assalamualaikum mbak Bila”, sapa Anisa yang berjalan di belakang ku.
“Waalaikum salam, oh Anisa sendiri saja Nis”, sahutku sambil menengok kebelakan.
“Ia mbak, loh mbak juga sendirian saja”, tanya Anisa kepada Bila.
“Iya Nis, Abah mana Nis, kok gak kelihatan”.
“Oh iya mbak, iya Abah ndak bisa ngajar hari ini, tapi tenang saja ada Mas Nisam”. Jawab Anisa anak pak ustad guru ngaji bila tak dapat hadir saat itu.
“Oh ya sudah Nis ndak papa, Mas Nizam itu siapa Nis? Kayaknya aku gak pernah dengar orang yang namanya Nizam di kampung ini”, tanyaku kepada Anisa.
“Udah nanti mbak Bila akan tau sendiri”, ujar Anisa sambil tersenyum.
Kedua gadis berkerudung iru beranjak memasuki masjid bersama.
“Subhanallah”, ujarku dengan hati yang damai saat ku mendengar alunan Adzan yang begitu indah.
“Ada apa mbak Bila”, tanya Anisa padaku.
“Ya Allah, mbak Bila ndak pernah mendengar suara adzan seindah ini”, sahutku dengan rasa bangga.
“Ya mbak ini suaranya Mas Nizam”, sahut Anisa.
“Subhanallah alangkah indahnya suara Mas Nizam walau ku tak mengenalnya”, ujarku dalam hari sambil penuh rasa kekaguman.
“Allahuakbar, Allahuakbar, Ashaduallailahaillah, Waashaduanna Muhammadarrosulullah Hayyaalasshola, Hayyaalalfala, Kotghomatisshola, Kotghomatisshola, Allahuakbar, Allahuakbar, Lailahaillallah”. Suara iqomapun dikumandangkan Maz Nizam dengan lantang.
Beberapa saat kemudian…..
Assalamualaikum Wr. Wb... Assalamualaikum Wr. Wb... kitapun jamaah melanjutkan dengan membaca dzikir dan disambung dengan do’a setelah sholat berjamaah…
“Dipersilahkan kepada para murid jika ingin mengikuti acara mengaji, sebelumnya saya minta maaf, karena Abah Qoirul tidak dapat hadir karena keadaan yang tidak menginginkan”. Tegas Maz Nizam.
“Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri                                              
My name is Nizam                                          نزم شميي  Ø¥
I am from in Surabaya سوربايا                                     انامن
Ujar Mas Nizam sambil memperkenalkan diri.
“Ya Allah sungguh pandainya orang ini bisa dalam segala hal, andai saja aku dapat melihat sedikit saja rupawan wajahmu”. Ujarku dalam hati.
            Setelah seorang pria yang bernama Nizam itu memperkenalkan diri tirai pembatas antara laki-laki dan perempuan itupun dibuka perlahan oleh Maz Nizam sambil memberikan salam.
Semua murid menjawab dengan bersamaan
“Waalaikum salam Wr. Wb.
Aku terdiam sejenak dan terpesona akan seorang pria yang memakai baju kokoh putih itu.
            Ya Allah sungguh indah rupanya tak hanya parasnya yang indah namun hatinya bagai kertas putih tanpa noda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages