Sepeda Motor - Fendi Ardiansah - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Sepeda Motor - Fendi Ardiansah



Pada hari itu Ayahku, Pak Anton, membeli sepeda motor di daeler Panji Motor Turen. Pada hari senin Ayahku, Pak Anton, membayar kredit sebesar Rp. 250.000,- per bulan. Pada keesokan harinya aku bertanya kepada Ayahku,“Yah, apakah aku boleh menaiki sepeda motor Ayah?tanya Revan anak Pak Anton. Boleh-boleh saja tetapi kamu tidak boleh sampai jalan raya, ya! ”jawab Pak Anton.
Tetapi pada saat itu aku melanggar apa kata Ayah. Sorenya, aku mencoba lagi sepeda motorku! Tetapi saat itu aku terjatuh dan kesakitan. Ayah melihat aku terjatuh di depan rumah. Pada hari minggu, aku mencoba lagi sepedaku, tetapi oleh ayahku tidak boleh.
Pukul 16.34 sore aku diantar ke puskesmas Painotan. Pada saat itu aku diobati oleh dokter. Aku diantar pulang oleh Ayah dan saat itu aku bertemu teman-temanku di jalan. Mereka sedang bermain sepeda ontel di jalan manggis sebelah barat. Mereka yaitu Dodi, Anton, Yoji, sama Rizal. Mereka bermain sepeda ontel dengan sukaria. Mereka bermain sepeda ontel pukul 13.30 sampai pukul 16.00. Permaninan mereka sangat menyenangkan tetapi aku tidak boleh bermain oleh Ayahku.
Aku sangat menyesal dengan keadaanku seperti ini. Saya bertanya kepada Ayah dan Ibu “Bu, Yah, apakah aku sudah boleh menaiki sepeda motor ini? tanyaku. Boleh tapi kalau di jalan raya jangan sampai kamu menaiki dengan cepat sekali, karena banyak kendaraan. Jika kamu menaiki dengan cepat, kamu bisa kecelakaan” saran ayah. Pada saat di sekolah aku memarkirkan sepeda motorku di halaman. Akhirnya pulang sekolah akau mengendarai motor dengan santai dan aku selamat di jalan raya. Aku membuka pintu rumah dan setelah itu aku membuka bajuku lalu saya makan siang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages