Saat pertama kali aku mempunyai sepeda, aku bahagia
sekali! Sampai-sampai
pagi, siang dan malam pun
selalu aku bawa. Kemanapun aku pergi, rasanya sangat ringan seperti tidak ada
beban yang terasa! Pada keesokan harinya pukul 19.30 aku ke rumah teman-teman,
mengajak mereka bersepeda bersama-sama! Pertama yang aku ajak adalah Vikri lalu
Virman, tidak lama kemudian Wahyu dan dika datang.
“Wow,
pas banget kalian datang” Wahyu bertanya “emang kenapa? “aku menjawab kita mau
bersepeda, kamu ikut gak?“ Kemudian
Wahyu menjawab,“ya udah aku ikut deh“. Firman pun tertarik
dengan ajakanku, dia bilang “aku ikut gak papa, kan?“ Vikri menjawab “Waw, dengan senang
hati”.
Andika bertanya! Hey, Hendra emang kita mau bersepeda ke mana? Aku menjawab “Kita ke kota Turen saja”. Tanpa
bersabar diri akhirnya Firman bilang “Ya
sudah berangkat sekarang
saja“. Wahyu pun menjawab sama
dengan Firman. Waktu itu aku takut sekali karena jalannya sangat gelap hanya
terdengar suara jangkrik dan suara katak saja. Tapi aku tidak menghiraukan. Tidak lama kemudian
pukul 20.00 aku dan teman-teman sampai di kota Turen.
Aku bertanya kepada teman-teman,“Selanjutnya kita mau ke mana?“ Andi menjawab
pertanyaanku “kita ke toko sarwo saja”.
Aku bilang,“Emang kamu bawa uang?“ Andika pun menjawab,“Aku bawa uang Rp. 10.000“. Lalu Andika berbalik tanya,“kamu sendiri bawa uang gak?“
“Alhamdulillah bawa tapi cuma Rp. 5000! “Lalu
Andika menghiburku dengan perkataan yang halus “ya udah gak papa kok!”.
Aku tidak bertanya kepada Vikri, Firman dan Wahyu kerena aku sudah
tahu kalau mereka membawa
uang masing-masing. Kita semua masuk ke toko itu dan kami semua makan-makan.
Setelah itu kami semua pulang. Tidak lama kemudian aku dan teman-teman sampai
di desa Sentong kami, lalu aku bilang kepada teman-teman “sampai jumpa teman-teman”.
Mereka pun
menjawab dengan jawaban yang sama “sama-sama”.
Akupun memasukkan sepeda ke dalam rumah dan aku
senang sekali dengan perjalananku dan teman-teman tadi. Aku sayang sekali
dengan sepedaku itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar