Telepon Genggam - Muliani - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Telepon Genggam - Muliani



Pagi ini aku terbangun pukul 05.30 tepatnya hari minggu. Aku segera menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi aku berganti pakaian untuk bersiap-siap sarapan, makanan sudah tersusun rapi di meja. Herannya Ibu, Ayah dan kakak tidak ada di ruang makan.
Akupun mencarinya di setiap ruang, tetapi hasilnya tidak ada. Lalu aku menunggu lama, setelah beberapa jam kemudian Ayah, Ibu dan Kakak tiba-tiba datang memberi kejuatan dengan membawa kue dan mengucapkan “selamat ulang tahun, semoga sehat selalu”. Lalu kubilang “amin”. Aku terkejut sekali ketika mereka memberi hadiah. Waktu itu aku penasaran, lalu kubuka kadonya sambil kubilang, “Wah, bagus banget!” Mereka membelikan aku telepon genggam, aku senang sekali. Mulai hari itu aku berjanji akan merawat dan menjaga apa yang sudah diberikan orang tuaku.
Setelah beberapa hari aku menggunakan telepon genggam itu, aku jadi bisa berkomunikasi dengan teman-teman dan saudaraku yang jauh. Sampai sekarang telepon genggam itu masih terawat. Setiap hari kubawa, tetapi kalau sedang sekolah tidak kubawa.
Bagiku telepon genggam itu sangat penting dan sangat bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages