Sore itu aku menyapu rumah, aku melihat ada telepon genggam di meja…! Aku
heran, telepon
genggam siapa itu…? Aku bertanya kepada
Ayah…dan ternyata itu adalah telepon genggam yang
diberikan kepada ayah kepadaku.
Berkat telepon genggam itu
aku bisa berhubungan dengan teman-teman.
Telepon genggamku
adalah temanku. Ketika aku
sedih dan kesepian, telepon
genggamlah yang menghiburku karena aku bisa
mengirim pesan pada
kawan-kawanku. Aku
berterima kasih sekali kepada Ayah, karena sudah membelikan aku telepon genggam.
Setiap hari aku bermain berbagai permainan
di telepon genggam tanpa mengenal
waktu, kadang sampai malam
dan akhirnya aku tertidur.
Hari itu aku bangun kesiangan. Kemudian
aku berangkat ke sekolah pukul 06.15.
Sesampai di sekolah ternyata
aku belum telambat!!! aduch…hampir aja…
Menjelang siang,
pukul 12.30 bel berbunyi, aku semangat untuk pulang. Sesampai
di rumah, aku bermain game di telepon genggam itu lagi. Tak
terasa hari sudah sore, aku segera berlari ke belakang untuk mengambil sapu. Aku dimarahi oleh Ibuku,
karena aku terlalu serius bermain.“Put…Putri…hari sudah sore. Kamu harus segera menyapu
halaman dan segera mandi”, kata
Ibu dengan marah-marah.
“Ya…Bu…!!!” sahutku.
Menjelang magrib aku ke mushola untuk sholat. Setelah sholat aku berlari
untuk mengambil telepon genggamku.
Telepon genggam yang mulanya
aku letakkan di atas tempat tidur, tiba-tiba
menghilang. Aku tidak tahu di mana telepon genggam itu…aku heran
ke mana
hp itu? Aku
bertanya kepada Ayah,”Apakah Ayah tahu di mana telepon genggamku?” tanyaku ke Ayah. “Telepon genggam ini Ayah bawa dulu…kamu harus berlajar
yang sungguh-sungguh supaya nilaimu bagus di waktu ujian nanti!” sahut Ayah.
Ternyata
aku tidak boleh bermain telepon genggam
dulu, aku disuruh belajar supaya nilaiku memuaskan bagi Ayah ku…..
Malam hari aku termenung dan terdiam, tidak ada yang bisa
menghiburku. Aku berpikir
kapan aku bisa bermain telepon genggam
lagi. Sesudah
melewati ujian ternyata nilaiku memuaskan dan aku boleh bermain telepon genggam lagi. Aku akan
merawat dan menjaganya dengan baik, bahkan sampai sekarang hp itu masih ada. Telepon genggam itu
menjadi telepon genggam kesayanganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar