Telepon Genggam Kesayanganku - Lutfian Putri Rahayu - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Telepon Genggam Kesayanganku - Lutfian Putri Rahayu



Sore itu aku menyapu rumah, aku melihat ada telepon genggam di meja…! Aku heran, telepon genggam siapa itu…? Aku bertanya kepada Ayah…dan ternyata itu adalah telepon genggam yang diberikan kepada ayah kepadaku. Berkat telepon genggam itu aku bisa berhubungan dengan teman-teman.
Telepon genggamku adalah temanku. Ketika aku sedih dan kesepian, telepon genggamlah yang menghiburku karena aku bisa mengirim pesan pada kawan-kawanku. Aku berterima kasih sekali kepada Ayah, karena sudah membelikan aku telepon genggam.
Setiap hari aku bermain berbagai permainan di telepon genggam tanpa mengenal waktu, kadang sampai malam dan akhirnya aku tertidur. Hari itu aku bangun kesiangan. Kemudian aku berangkat ke sekolah pukul 06.15. Sesampai di sekolah ternyata aku belum telambat!!! aduch…hampir aja…
Menjelang siang, pukul 12.30 bel berbunyi, aku semangat untuk pulang. Sesampai di rumah, aku bermain game di telepon genggam itu lagi. Tak terasa hari sudah sore, aku segera berlari ke belakang untuk mengambil sapu. Aku dimarahi oleh Ibuku, karena aku terlalu serius bermain.“Put…Putri…hari sudah sore. Kamu harus segera menyapu halaman dan segera mandi”, kata Ibu dengan marah-marah.
“Ya…Bu…!!!” sahutku.
Menjelang magrib aku ke mushola untuk sholat. Setelah sholat aku berlari untuk mengambil telepon genggamku. Telepon genggam yang mulanya aku letakkan di atas tempat tidur, tiba-tiba menghilang. Aku tidak tahu di mana telepon genggam itu…aku heran ke mana hp itu? Aku bertanya kepada Ayah,Apakah Ayah tahu di mana telepon genggamku? tanyaku ke Ayah. “Telepon genggam ini Ayah bawa dulu…kamu harus berlajar yang sungguh-sungguh supaya nilaimu bagus di waktu ujian nanti!” sahut Ayah.
Ternyata aku tidak boleh bermain telepon genggam dulu, aku disuruh belajar supaya nilaiku memuaskan bagi Ayah ku…..
Malam hari aku termenung dan terdiam, tidak ada yang bisa menghiburku. Aku berpikir kapan aku bisa bermain telepon genggam lagi. Sesudah melewati ujian ternyata nilaiku memuaskan dan aku boleh bermain telepon genggam lagi. Aku akan merawat dan menjaganya dengan baik, bahkan sampai sekarang hp itu masih ada. Telepon genggam itu menjadi telepon genggam kesayanganku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages