Pada suatu hari aku dan Wawan pergi bermain ke
sungai Lesti dengan mengendarai
sepeda motor. Setelah tiba di sana
aku bertemu dengan Andik dan Bahrudin.
Lalu mereka mengajakku mandi mandi di
sungai. Setelah itu aku dan teman-teman berjalan dengan
mengendarai motor dengan 3 sepeda motor.
“Wah
ayo bermain sepeda motor…!
“Ayo”,
jawab Wawan
“Andik,
Bahrudin, dan Wawan diajak juga
“Ok…
Setelah
di tengah-tengah
perjalanan saya bertemu Safak. Safak
mengajak kita semua untuk pergi ke pantai Tamban
“Woi… ke sini!” teriak
Safak.
“Ada
apa?” tanya Andik
“Ayo
kepantai Tamban
“Ok!!”
jawab kita serentak
Setelah itu saya langsung berangkat. Dalam perjalanan ke
pantai kita menempuh jurang-jurang yang sangat tinggi dan berliku-liku,
untungnya sepeda motor sudah diisi bensin semua. Jadi tidak perlu takut kehabisan bahan
bakar.
“Waduh…jurangnya
tinggi banget..?” kata Andik.
“Ya
kita jalani saja”, sahut
saya.
“Dijalani ya dijalani tapi jurangnya tinggi-tinggi dan
berliku-liku”, jawab Bahrudin.
“Kan
ini sudah menjadi tekat kita untuk pergi ke pantai”, kata Wawan.
Saat tiba di tugu aku dan teman-teman beristirahat
sejenak. Setelah sudah tidak terasa capek,
aku dan teman-teman melanjutkan perjalanan.
Saat itu jalannya sangat
becek. Di perjalanan
ada sebuah pemakaman dan setelah melewati pemakaman tibalah kita di pantai Tamban. Setiba di sana saya langsung
bergegas untuk mandi, airnya asin dan sangat perih bila masuk ke mata
“Oooo…bagusnya…?” Kata Wawan.
“Iya
sangat bagus..!”
jawabku.
“Tapi
airnya sangat asin dan perih bila masuk ke mata”, kata Wawan
Setelah cukup lama mandi saya terus ganti baju, lalu
kita semua pulang. Ketika pulang dari pantai, sepeda
motornya Safak rusak. Lalu
sepeda motor Safak diperbaiki
di bengkel. Setelah selesai, saya langsung bergegas
melanjutkan perjalanan pulang. Saat dalam perjalanan pulang sepedaku kehabisan
bensin dan akhirnya pulang dengan menuntun sepeda, lalu saya tiba dirumah jam
05.00 sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar