Waktu siang hari,
saya melihat adik saya yang
bernama Andri sedang
asyik bermain boneka, sampai-sampai aku panggil dia tidak mendengar. “Adik
sedang apa”, tanyaku menghampiri Andri.
Adik menjawabnya,”Saya sedang bermain boneka, Kak”. Saya terus memandang adik yang sedang asyik bermain boneka.
Lama-kelamaan adik saya menawarkan boneka yang lucu,
kecil, berwarna pink,
warna yang aku suka. Saya
menerimanya dengan mengucapkan terima kasih pada adik saya dan ikut bermain
boneka sambil senyum-senyum karena senang sekali. Selain bermain boneka ada juga mainan
bongkar pasang yang gambarnya Barbie.
“Kakak
mau bermain boneka apa yang bongkar pasang?” tanya adik.
“Kakak
mau bermain boneka”, jawabku.
“Kenapa
kakak mau bermain boneka kecil, lucu itu” tanya adik pada kakak sambil
mengelus-ngelus bonekanya. Saya
terus saja bermain boneka yang dipinjami
adik. Adik asik mengelus-elus
bonekanya.
Keesokan harinya,
saya di rumah sendirian. Adik
saya sedang bermain, saya meras bosan
sekali dirumah. Lalu saya mengambil boneka kecil yang lucu itu. Saya
elus-elus dan saya bermain dengan boneka
itu. Akhirnya
saya ada temannya dan sampai sekarang saya kalau sendirian selalu bermain boneka.
Boneka itulah yang menemani aku kalau aku lagi
kesepian. Sekarang saya tidak
bingung lagi mencari teman untuk menemani hari-hariku di rumah sendirian. Ketika saya lagi enak-enaknya
bermain, tiba-tiba temanku
dating.
“Sedang
apa kamu?” tanya temanku.
“Saya
sedang bermain boneka ini” kata saya.
“Aku
boleh bermain boneka sama kamu nggak?”
kata dia sambil mendekati aku.
“Boleh…boleh…sini
kita bermain boneka bersama-sama” kata saya.
Dan kita bermain bermain boneka bersama-sama dan dia
memilih boneka yang berwarna putih itu.
Lagi enak-enaknya bermain boneka dia dipanggil Ibunya
dan dia pulang
“Saya
dipanggil Ibu, saya harus pulang”, kata
dia.
“Ia
gak papa”,
kata saya. Akhirnya
permainan pun berhenti karena saya sudah lama sekali bermain boneka dan hari
sudah mulai sore mau berganti malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar