Hari ini pertama aku nulis buku harian. Sebenarnya dulu aku males banget nulis
buku harian. Saat
aku melihat temenku sedang asyik menulis di buku harian, aku mulai minat untuk menulis. Waktu pulang
sekolah, aku
mampir ke kopsis untuk membeli
buku harian.
Kata
penjaga kopsis,”Mau
beli apa dik…?”
Dengan muka ramah penjaga kopsis itu bertanya.
Aku
menjawabnya,”Saya mau beli buku
harian, Pak..”
“O,,,ini
dik bukunya”
“Berapa
pak harganya…?
“Ini
6000 dik”.
“Ini
uangnya pak”.
Setelah itu, aku mulai menulis pengalamanku saat
senang, sedih, membosankan dan lain-lain.
Di situ
aku menikmati apa yang aku alami sepanjang hari. Semua uneg-uneg yang kupendam sekarang
sudah kukeluarkan dan kuceritakan pada
buku harian. Buku
harian adalah teman yang sangat asyik
untuk diajak curhat.
Tapi semua itu sudah berlalu sejak aku SMP, karena
aktivitasku sekarang banyak sekali sampai waktu tidur siangku tidak cukup. Alhamdulillah
aku masih diberi
kesehatan sama Allah meskipun aktivitasku banyak banget tiap hari. Ternyata menulis di buku
harian itu ada manfaatnya.
Waktu itu ada pelajaran Bahasa Indonesia…Bu Guru mmeminta kami menulis di
buku harian. Karena
aktivitasku yang banyak, aku tidak
sempat menulis…tetapi berkat buku harian
yang dulu aku tulis,
aku tidak perlu bingung lagi.
Waktu itu ada temenku yang tidak mengerjakan, lalu temanku dihukum. Ada lagi temenku yang tidak masuk karena takut dihukum sama
guruku. Setelah itu aku mulai menyempatkan nulis buku harian. Sejak
itu juga aku mulai meneruskan kesukaanku dari dulu yaitu menulis buku harian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar