Buku Harian - Mufidhatul Khoria - Puisi dan Cerpen

Kumpulan Puisi dan Cerpen Karya Anak Bangsa

Breaking

Kamis, 15 November 2018

Buku Harian - Mufidhatul Khoria



Hari ini pertama aku nulis buku harian. Sebenarnya dulu aku males banget nulis buku harian. Saat aku melihat temenku sedang asyik menulis di buku harian, aku mulai minat untuk menulis. Waktu pulang sekolah, aku mampir ke kopsis untuk membeli buku harian.
Kata penjaga kopsis,”Mau beli apa dik…? Dengan muka ramah penjaga kopsis itu bertanya.
Aku menjawabnya,Saya mau beli buku harian, Pak..”
“O,,,ini dik bukunya”
“Berapa pak harganya…?
“Ini 6000 dik”.
“Ini uangnya pak”.
Setelah itu, aku mulai menulis pengalamanku saat senang, sedih, membosankan dan lain-lain. Di situ aku menikmati apa yang aku alami sepanjang hari. Semua uneg-uneg yang kupendam sekarang sudah kukeluarkan dan kuceritakan pada buku harian. Buku harian adalah teman yang sangat asyik untuk diajak curhat.
Tapi semua itu sudah berlalu sejak aku SMP, karena aktivitasku sekarang banyak sekali sampai waktu tidur siangku tidak cukup. Alhamdulillah aku masih diberi kesehatan sama Allah meskipun aktivitasku banyak banget tiap hari. Ternyata menulis di buku harian itu ada manfaatnya.
Waktu itu ada pelajaran Bahasa Indonesia…Bu Guru mmeminta kami menulis di buku harian. Karena aktivitasku yang banyak, aku tidak sempat menulis…tetapi berkat buku harian yang dulu aku tulis, aku tidak perlu bingung lagi.
Waktu itu ada temenku yang tidak mengerjakan, lalu temanku dihukum. Ada lagi temenku yang tidak masuk karena takut dihukum sama guruku. Setelah itu aku mulai menyempatkan nulis buku harian. Sejak itu juga aku mulai meneruskan kesukaanku dari dulu yaitu menulis buku harian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages